Pagi-pagi Buta, Bocah Perempuan 10 Tahun Berjalan Sendirian Desa Kaba-Kaba, Begini Kondisnya

Pagi-pagi buta, petugas patroli dikejutkan dengan sosok anak perempuan berusia sekitar 10 tahun pukul 03.00 Wita, Rabu (10/4/2019).

Pagi-pagi Buta, Bocah Perempuan 10 Tahun Berjalan Sendirian Desa Kaba-Kaba, Begini Kondisnya
TRIBUN BALI/ I MADE PRASETIA ARYAWAN
Petugas saat berkomunikasi dengan seorang anak perempuan yang belum diketahui identitasnya di Dinas Sosial Tabanan, Rabu (10/4/2019). 

Pagi-pagi Buta, Bocah Perempuan 10 Tahun Berjalan Sendirian Desa Kaba-Kaba. Mengenai kondisi anak tersebut, kata dia, hingga saat ini sehat hanya saja masih susah untuk diajak berkomunikasi.

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Pagi-pagi buta, petugas patroli dikejutkan dengan sosok anak perempuan berusia sekitar 10 tahun pukul 03.00 Wita, Rabu (10/4/2019).

Informasi dari Polsek Kediri, anak 10 tahun itu ditemukan di Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, Tabanan.

Saat ini anak perempuan tersebut sudah berada di sebuah ruangan dan ditangani di Dinas Sosial Tabanan.

Hanya saja identitas dari anak tersebut masih belum jelas.

Menurut pantuan, anak perempuan ini memiliki perawakan kurus dengan rambut pendek.

Baca: Mahasiswa KKN Door to Door Sosialisasi Pemilu, Banyak Warga yang Bingung Cara Mencoblos

Baca: Ada Kupu-kupu Lagi di Eks Lokalisasi Dolly, Muncikari Sebut Tarifnya Segini

Baca: Nasib Kakek Tajuddin, Beri Mahar Total Rp 1,4 Miliar Berujung Pada Perselingkuhan

Baca: BREAKING NEWS! Polisi Tangkap Artis FTV, Ini Kasusnya

Namun, ketika diajak berkomunikasi ia tak memberikan keterangan yang jelas dan ketika diminta untuk menuliskan nama di selembar kertas ia menuliskan tiga huruf yakni Ria.

Hanya saja saat ini Dinas Sosial sedang membujuk anak tersebut agar memberikan identitas yang jelas.

"Awalnya ditemukan petugas, kemudian dibawa ke rumah sakit untuk cek kesehatan. Dan kesehatannya dinyatakan sehat secara fisik," kata Kabid Perlindungan Anak dan Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Tabanan, Ni Nyoman Ayu Ratningsih, Rabu (10/4/2019).

Mengenai kondisi anak tersebut, kata dia, hingga saat ini sehat hanya saja masih susah untuk diajak berkomunikasi.

Anak tersebut cenderung diam dan tak mau berkomentar seakan mencirikan orang yang depresi.

Selain itu, ia juga menunjukan gerak gerik seperti orang trauma dan ada beberapa bekas luka di bagiannya tangannya. Sehingga identitas jelas masih belum diperoleh.

"Sepertinya dia depresi, dia sempat berbicara dengan bahasa jawa tapi kurang jelas sehingga identitas belum dapat. Tapi ketika kami berikan selembar kertas, ia menuliskan nama Ria," ungkapnya.

"Bekas luka kayak jatuh, ini belum kami tahu apakah dia karena nakal," imbuhnya.

Disinggung mengenai kelanjutannya, Ratningsih menyatakan masih menunggu identitas jelas dari anak tersebut. Dan untuk sementara masih ditangani di Dinas Sosial. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved