Ular Piton Terbesar yang Sedang Hamil Ini Mengandung 73 Telur, Beratnya Mencapai 63 Kilogram

Selain menjadi ular terpanjang yang berhasil ditangkap, ular itu juga tengah hamil. Ahli menyebut ada 73 telur di perutnya.

Ular Piton Terbesar yang Sedang Hamil Ini Mengandung 73 Telur,  Beratnya Mencapai 63 Kilogram
KOMPAS.COM
Ular betina terbesar yang pernah dievakuasi dari Taman Cagar Nasional Big Cypress, berbobot 63,5 kg dan mengandung 73 telur yang tengah berkembang. 

TRIBUN-BALI.COM- Petugas di Konservasi Big Cypress Florida baru saja menangkap seekor ular piton Burma sepanjang 5,1 meter dan berat sekitar 63 kilogram.

Ini adalah ular berbisa terpanjang yang ditangkap di kawasan tersebut.

Selain menjadi ular terpanjang yang berhasil ditangkap, ular itu juga tengah hamil. Ahli menyebut ada 73 telur di perutnya.

"Saya bisa menyebut ular itu hamil besar. Umumnya seekor ular hanya bisa mengandung 40 sampai 50 telur," ujar asisten profesor biologi di Missouri Southern State University yang tidak terlibat dalam penangkapan ular dilansir Live Science, Senin (8/4/2019).

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu 10 April 2019, Cancer akan Mendapat Hadiah atau Kabar Baik

Baca: Cara Anjing Pelacak Ungkap Aksi Dua ABG Asal Desa Abuan, Hasil Curian Dipakai Foya-foya

Baca: 15 Ribu Peserta Akan Ikuti UTBK-SBMPTN Unud, Digelar 10 Sesi dengan Seribu Komputer

Piton Burma (Python bivittatus) adalah spesies invasif di Florida. Mereka masuk ke alam liar kemungkinan adanya badai membantu melarikan diri dari penangkaran atau kandang pemiliknya.

Melihat ular hamil yang baru saja ditangkap, Penning menjelaskan bahwa telur-telur menghabiskan banyak ruang di perut induknya.

Hal ini membuat ular tidak bisa bergerak bebas dan sesekali harus berhenti berjalan.

Penning menduga, beberapa hal di dalam perutnya mungkin juga dikeluarkan demi bisa menampung seluruh telur. "Ini sangat mengesankan. Seperti mendorong bola besar ke dalam kaus kaki, lebih dari yang bisa ditampung induk ular," ujar Penning.

Ular umumnya mengandung selama dua sampai tiga bulan, kemudian mengeluarkan mereka dalam susunan kerucut. Agar telur ular cepat menetas, sang induk akan mengelilingi tumpukan telur untuk menghangatkannya. Ini sama seperti yang dilakukan induk ayam.

"Ini mungkin alasan mengapa mereka menjadi spesies invasif di kawasan tersebut," imbuh dia.

Halaman
12
Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved