Eks Galian C di Klungkung Akan Dibangun Pusat Kebudayaan, Target Pendataan Lahan Rampung Juli

Gubernur Bali Wayan Koster saat ini sedang menyiapkan konsep pembangunan pusat kebudayaan Bali yang terintegrasi.

Eks Galian C di Klungkung Akan Dibangun Pusat Kebudayaan, Target Pendataan Lahan Rampung Juli
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Suasana pembukaan Musrenbang Penyusunan RKPD Semesta Berencana Tahun 2020 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (11/4/2019). 

Rencananya luas lahan yang akan digunakan mencapai 50 hektar.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta saat dikonfirmasi di acara yang sama membenarkan rencana tersebut.

Ia pun menyambut positif rencana tersebut dan saat ini sedang dilakukan  pendataan lahannya melalui PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap). 

Baca: Ditreskrimum Polda Bali Sebut Ketua Kadin Bali Sudah Ditetapkan Tersangka Sejak Jumat Lalu

Baca: Digiring Polisi ke Ruang Penyidik, Ketua Kadin Bali: Saya Mau Bicara Tapi Tidak Dikasih

Bahkan sebelumnya kata Suwirta, pihaknya di Kabupaten Klungkung sudah membuat perencanaan pendataan hingga 50 persen.

Selanjutnya saat ini terus dibantu oleh Badan Pertanahan Provinsi Bali untuk menyelesaikan PTSL nya.

Suwirta menambahkan sejalan dengan program pemprov, Pemkab Klungkung juga sudah membuat sebuah perencanaan pada 5 tahun ke depan, yaitu kawasan pariwisata terintegrasi, salah satunya terdapat bidang kebudayaan di dalamnya.

“Kalau Pak Gubernur memiliki rencana itu, kami harus sambut baik sehingga  dengan program di Kabupaten Klungkung yang kami support dengan percepatan PTSL ini bersama tim Provinsi nanti untuk membicarakan lebih lanjut agar rencana itu benar-benar bisa terwujud,” paparnya.

Baca: TRIBUN WIKI - 5 Tempat Angker di Bali, Berani Uji Nyali di Sini?

Sambungnya, di kawasan eks galian C tersebut banyak terdapat tanah milik negara sehingga Pemerintah Provinsi tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak untuk melakukan pembebasan lahan.

“Luas kawasan 280 hektar, sedangkan kalau dicarikan tanah negara barang 50 hektar pasti ada. Tentu itu harus dilakukan perencanaan dan normalisasi sungai,” tandasnya. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved