Imigrasi Nyatakan Peters Punya Izin Tinggal, Perbekel Minta Bule Pembuat Onar Diproses

Pihak Imigrasi Singaraja masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait adanya tudingan jika Peters kerap membuat keonaran di Desa Petandakan

Imigrasi Nyatakan Peters Punya Izin Tinggal, Perbekel Minta Bule Pembuat Onar Diproses
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Perbekel Desa Petandakan Wayan Joni Arianto mewakili warga desa setempat saat melaporkan seorang WNA asal Belanda bernama Johannes Franciscus Peters (60), yang dituding kerap membuat keonaran, Senin (8/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kasus seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Belanda bernama Johannes Franciscus Peters (60) yang dituding kerap membuat keonaran di Perumahan Cempaka Residen Banjar Dinas Kawan, Desa Petandakan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, hingga kini belum menemui titik terang.

Hasil pemeriksaan pihak Imigrasi Singaraja, Peters dinyatakan sebagai WNA legal, serta memiliki izin tinggal.

Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja, Thomas Aries Munandar dikonfirmasi Rabu (10/4/2019), mengatakan setelah menerima laporan dari Perbekel Petandakan, pihaknya langsung mendatangi WNA tersebut, serta menggali keterangan langsung dari warga yang pernah diajak berseteru dengan terlapor, Peters.

Saat ini, pihaknya sebut Thomas, masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait adanya tudingan jika Peters kerap membuat keonaran di Desa Petandakan.

Mengingat adanya desakan dari warga agar Peters segera angkat kaki dari desa tersebut, Thomas mengaku sempat menyarankan pria tersebut beserta penjaminnya untuk tidak tinggal di Desa Petandakan sementara waktu.

Baca: Jelang Hari Kartini, Polwan Polres Klungkung Jalani Pemeriksaan Kelengkapan Pribadi & Dinas

Baca: 4 Bayi Telantar Ini Kini Punya Calon Orang Tua Angkat, Dewa Gede: Beri Kasih Sayang yang Tulus

Namun hal itu masih menjadi saran pribadi, dan bukan keputusan final.

"Kalau penyebabnya dia berulah, ya belum kami bisa ungkapkan. Karena masih dalam proses penyelidikan dan menggali keterangan,” katanya.

Perbekel Desa Petandakan, Wayan Joni Arianto berharap agar pihak kepolisian Sektor Kota Singaraja dan Imigrasi Singaraja untuk segera memproses keluhan para warga, sehingga Peters dapat segera angkat kaki dari desa tersebut.

“Kami masih menunggu bagaimana tindak lanjut dari penegak hukum. Artinya masih ada penyelidikan, penyidikan. Sifatnya harus menunggu dulu. Kalau belum ada tindak lanjut ya kami tanyakan lagi,” ujar Perbekel Joni.

Joni mengaku tak ingin gegabah dalam mengambil keputusan atas kasus ini.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved