Terkait Dugaan Praktik Monopoli Jasa Bongkar Muat Pelabuhan L.Say Maumere,Pelindo dan INSA Diperiksa

Terkait kebijakan Pelindo III yang mewajibkan stack dalam proses penanganan peti kemas di Pelabuhan L. Say Maumere, KPPU terus melakukan pemeriksaan.

Terkait Dugaan Praktik Monopoli Jasa Bongkar Muat Pelabuhan L.Say Maumere,Pelindo dan INSA Diperiksa
Perwakilan Daerah KPPU, Jatim Bali Nusra
Sidang Pemeriksaan Lanjutan Perkara Nomor 15/KPPU-L/2018), Kamis (11/4/2019), di Fakultas Hukum Univ. Udayana-Bali 

TRIBUN-BALI.COM - Terkait kebijakan Pelindo III yang mewajibkan stack dalam proses penanganan  peti kemas di Pelabuhan L. Say Maumere, KPPU terus melakukan pemeriksaan.

Kali ini Pelindo III dan INSA Bali diminta keterangannya dalam Sidang Pemeriksaan Lanjutan Perkara Nomor 15/KPPU-L/2018), yang dipimpin oleh Ketua Majelis Komisi Kodrat Wibowo, serta Anggota Majelis Komisi Ukay Karyadi dan M. Afif Hasbullah.

Dalam sidang yang digelar hari ini Kamis (11/4/2019), bertempat Fakultas Hukum Univ. Udayana-Bali) difokuskan pada latar belakang diberlakukan penataan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan L. Say Maumere yang berujung pada kewajiban stack per 1 Juli 2017, serta dampak kebijakan dimaksud.

Baca: KPU Kota Denpasar Gelar Simulasi Pemilu 2019, Nama Peserta & Parpol Diganti Nama Buah-buahan

Baca: Ditreskrimum Polda Bali Sebut Ketua Kadin Bali Sudah Ditetapkan Tersangka Sejak Jumat Lalu

"Sebelumnya, dalam Laporan Dugaan Pelanggaran yang diajukan Investigator KPPU, Pelindo III diduga melanggar ketentuan  Pasal 17 ayat (1) dan ayat (2) huruf (b) dan atau Pasal 19 huruf (a) dan (b) Undang Undang Nomor 5 tahun 1999, terkait kebijakan wajib stack yang dilakukan Pelindo III melalui Surat Nomor PJ.05/13/P.III.2017 tertanggal 7 Juli 2017 perihal penataan pelayanan terminal peti kemas," ujar Kepala Kantor Perwakilan Daerah KPPU Jatim Bali Nusra, Dendy R. Sutrisno.

Baca: Ditreskrimum Polda Bali Sebut Ketua Kadin Bali Sudah Ditetapkan Tersangka Sejak Jumat Lalu

Kebijakan tersebut diduga telah menimbulkan penambahan biaya logistik di pelabuhan L. Say Maumere sampai dengan Rp. 624.000/ kontainer 20 feet yang dibebankan kepada konsumen.

Kebijakan wajib stack 100% ini pun diduga telah mendapat penolakan dari pelaku usaha. (*)

Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved