9 Negara Anggota ACFIF Bahas Solusi Masalah Limbah Plastik Dalam Konferensi ke-12 di Bali

Dalam ACFIF konferensi ke-12 pada 10-13 April 2019 akan dibahas masalah dunia terkait limbah plastik dengan tema "Sustainability of Man Made Fibers"

9 Negara Anggota ACFIF Bahas Solusi Masalah Limbah Plastik Dalam Konferensi ke-12 di Bali
Tribun Bali/Rino Gale
Konferensi pers ACFIF ke-12 di Hotel Conrad, Nusa Dua Bali, Jumat (12/4/2019). 

"Buktinya sampah plastik bisa menjandi benang dan karpet, dan jika tak terpakai lagi, kemudian dibakar menjadi energi baru. Ini yang menjadi konsen kami, terutama di Indonesia," tuturnya.

Perlu diketahui juga, acara ACFIF ini juga membahas terkait ketersediaan bahan baku merupakan faktor utama dalam keberlanjutan usaha sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) di Asia.

Gejolak dan fluktuasi di pasar serat dunia dalam tiga tahun terakhir menjadi isu krusial bagi produsen TPT dalam mempersiapkan rencana usaha di tengah pertumbuhan konsumsi yang menjanjikan.

Asia sebagai penyuplai lebih dari 70 persen kebutuhan serat dunia memiliki peran yang sangat signifikan dalam memprediksi kondisi dan tantangan industri ke depan.

Baca: Sang Ibu Sempat Tak Restui Hubungan Korban, Baru Tahu Pelaku Pembunuh Mahasiswi Ini Temperamental

Baca: Kodok Naik Pitam Baca Pesan Seorang Pria di HP Kekasihnya

"ACFIF konferensi ke-12 yang berlangsung pada 10-13 April ini, Indonesia, melalui Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (Apsyi) dipercaya sebagai tuan rumah konferensi, yang selain dihadiri oleh negara anggota ACFIF, juga akan dihadiri oleh 4 negara peninjau yang terdiri dari Denmark, Kuwait, Jerman dan Swedia," ujarnya.

Konferensi ini merupakan kesempatan penting bagi para pemangku kepentingan untuk memperoleh informasi terbaru dan akurat terkait industri serat kimia dan buatan, berikut pengembangannya di samping peluang besar untuk memperluas jaringan bisnis.

Acara ini direncanakan akan menghadirkan berbagai pembicara ahli yang berasal dari berbagai latar belakang industri serat buatan baik poliester, rayon dan juga nilon.

"Konferensi ini adalah acara yang sangat penting bagi semua pemangku kepentingan dalam menunjukkan dukungan terhadap pertumbuhan industri nasional. Selain itu, ini juga menjadi peluang besar bagi pelaku industri untuk memperluas jaringan bisnis mereka. Pada konferensi ke-12 ini, banyak topik tentang informasi terkini dan akurat mengenai industri serat akan disajikan oleh berbagai pembicara ahli di setiap bidang," ungkapnya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved