Kerap Kepikiran Sang Janin dan Memimpikannya, Calon Ibu Ini Ikut Acara Ngelungah di Pantai Mertasari

Sebanyak 350 peserta ikut dalam acara ngelungah yang digelar oleh Koordinator Pinandita Sanggraha Nusantara Denpasar Selatan, Sabtu (13/4/2019)

Kerap Kepikiran Sang Janin dan Memimpikannya, Calon Ibu Ini Ikut Acara Ngelungah di Pantai Mertasari
Tribun Bali/Putu Supartika
Pelaksanaan ngelungah di Pantai Mertasari, Sanur, Sabtu (13/4/2019)

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak 350 peserta ikut dalam acara ngelungah yang digelar oleh Koordinator Pinandita Sanggraha Nusantara Denpasar Selatan, Sabtu (13/4/2019) di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar.

Salah satunya yakni Jro Sekar, asal Pedungan, Denpasar Selatan.

Ia ikut mendampingi sepupunya yang mengalami keguguran empat tahun silam.

Saat itu, janin dalam kandungan sepupunya berusia dua bulan dan tiba-tiba keguguran.

Sejak saat itu, sang sepupu kerap kepikiran sang janin dan tak jarang memimpikannya. 

Untuk menenangkannya, sang sepupu ikut upacara tersebut.

Menurutnya, janin tersebut harus diupacarai untuk menyempurnakannya. 

"Masih kotor, jadinya gimana caranya biar bersih ikut sembahyang. Biar plong dan tenang pikirannya," katanya usai melarung abu.

Baca: Jual Narkoba Untuk Uang Tambahan, Harisona Masih Pikir-Pikir Divonis 8 Tahun

Baca: BB Mobil Ditemukan di Lombok, Polresta Denpasar Masih Kejar DPO WNA Rusia Pembobol Money Changer

Koordinator Pinandita Sanggraha Nusantara Denpasar Selatan, Jro Mangku I Made Sudiartha mengatakan, prosesinya dimulai dengan acara memanggil roh yang akan diupacarai.

"Setelah masuk rohnya langsung diberi upacara dengan menggunakan sesajen," katanya.

Dilanjutkan dengan melakukan pelukatan dan dilakukan pralina atau mengembalikan sang atma sebelum dilakukan pembakaran sekah.

Baca: Jalan ke Desa Wabup Bangli Habis Tergerus - Pengendara Balik Arah, Pejalan Kaki Lewat Semak-semak

"Pralina artinya mengembalikan sang atma dengan puja mantra sulinggih dan tirta pralina. Selanjutnya baru prosesi pembakaran, habis pembakaran abu dimasukkan ke dalam kelapa muda (klungah nyuh gading)," katanya.

Klungah yang berisi abu sekah ini selanjutnya dihias sesuai seni masing-masing. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved