Perhatikan, Hal-Hal Sepele Ini Bisa Membuat Kamu Jadi Terbiasa untuk Boros
Hemat pangkal kaya. Begitulah petuah yang sering terdengar. Tapi ternyata untuk hemat saja sepertinya bukanlah hal mudah.
TRIBUN-BALI.COM - Hemat pangkal kaya. Begitulah petuah yang sering terdengar. Tapi ternyata untuk hemat saja sepertinya bukanlah hal mudah.
Wajar, karena banyak sekali godaan yang membuat kita tidak bisa konsisten hidup hemat. Ujung-ujungnya, bisa ditebak.
Tergoda untuk berlaku boros akan mudah terjadi. Tentu saja jika diteruskan, akan membuat hidup lebih menderita daripada sebelumnya karena keuangan berantakan.
Supaya tak terjebak begitu dalam, sebaiknya perhatikan 5 kebiasaan hidup boros yang kadang tidak disadari dan sepele berikut ini seperti dikutip dari Cermati.com.
1. Sering Tidak Membawa Uang Tunai
Pola hidup cash-less memang terlihat sedang hits seiring menjamurnya perusahaan fintech.
Lupa membawa dompet yang berisi uang tunai, asalkan bawa smartphone dan terhubung jaringan internet, semuanya akan beres.
Baca: Polisi Temukan Uang Puluhan Juta dan Tabungan Rp 15 Miliar di Samping Jenazah Pengemis Ini
Baca: 7 Tahap Jadi Youtuber Mulai dari Nol Subscriber, Kreatif & Sabar untuk Petik Uang dari Youtube
Sebut saja mulai dari sistem transaksi electronic based seperti OVO, Go-Pay, e-Money, Flazz, dan masih banyak lagi.
Memang, pada awalnya sangat memudahkan Anda sebagai user. Kapan saja, di mana saja pun bisa.
Tapi, sadarkah kalau ini justru bisa membuat Anda tidak punya rencana keuangan yang pasti? Khususnya dalam hal berbelanja.
Karena keinginan sering kali justru jadi priortitas utama.
Misalnya, sedang melihat ada promo di kedai kopi yang sebetulnya tidak sedang membutuhkan.
Tapi karena merasa sayang melewatkan promo yang ada, akhirnya Anda pun dengan entengnya membelanjakan uang elektronik tersebut.
2. Tak Ada Tujuan tapi Tetap Saja ‘Hangout’
Sering terserang bad mood (suasana hati yang buruk) dan berujung pada jalan-jalan tanpa tujuan yang jelas atau sekadar hangout? Hati-hati, ini juga bisa jadi penyebab hidup boros.
Meski awalnya hanya karena dalih mencari angin atau mengusir kepenatan, namun lama-lama bisa jadi kebiasaan.
Jika sudah begini, Anda akan cenderung hura-hura dan menghamburkan uang berdasarkan nafsu semata.
Misalnya, kongkow hingga larut malam dan harus jajan terus-menerus. Bosan nongkrong, ada keinginan untuk belanja hanya sekadar mengusir rasa bosan, atau nonton bioskop yang sebenarnya masih bisa ditunda karena bukan kebutuhan pokok.
Baca: Kesulitan Atur Keuangan? Coba Terapkan 3 Cara Ini
Baca: Hotman Paris Simpan Minyak Wangi Bayi dan Uang Belasan Miliar di Tempat Tak Biasa ini
3. Suka Keluar-Masuk Mall
Mall memang tempat yang praktis untuk all in one shopping. Kalau memang ada tujuan dan sudah menyesuaikan dengan bujet memang tak masalah.
Tapi, kalau tak menentukan bujet, asal senang lalu belanja, ini sangat berbahaya.
Belum lagi kalau window shopping. Niatnya tak beli apa-apa, tapi karena sedang ada diskon besar, Anda jadi ikut tergiur.
Dan, biasanya juga tak mungkin masuk mall tanpa jajan makanan atau minuman, bukan?
Supaya lebih hemat, cobalah tetapkan target belanja yang sesuai kebutuhan. Catat dan minta diingatkan teman yang saat itu menemani Anda hangout.
Atau lebih baik langsung fokus menuju ke pasar atau toko kecil yang menjual kebutuhan secara spesifik saja.
4. Memilih Belanja Kredit daripada Tunai
Bila Anda sedang berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan dan melihat banyak barang bisa didapatkan dengan kredit, siapa yang tidak tergiur?
Semua orang sepertinya akan tergoda. Terutama jika ada gadget terbaru atau barang-barang elektronik dan lainnya.
Baca: Sebelum Usia 30 Tahun Kamu Perlu Mencoba Berbisnis, Simak 5 Alasan Ini
Baca: Apakah Bisnis Anda Akan Sukses? Ini Kata Miliarder AS
Tapi perlu diingat, jangan terpengaruh dan gampang responsif akan sesuatu yang awalnya begitu menggoda.
Telaah lagi kebutuhan Anda. Supaya di kemudian hari, Anda tak menyesal karena cicilan berkepanjangan dan berujung stres akibat keuangan yang berantakan.
Sebagai catatan, untuk barang yang tidak produktif dan tak bernilai investasi, hindari membelinya dengan sistem kredit.
Lebih baik, kumpulkan sampai uangnya cukup untuk membeli barang impian di kemudian hari.
5. Introspeksi Cara dan Kegiatan Belanja
Berintrospeksi atas apa yang telah dijalani juga penting untuk dilakukan.
Sama seperti resolusi tahunan, Anda juga perlu membuat resolusi belanja saat sudah menemukan cara dan kegiatan belanja yang kurang efektif selama ini.
Melihat kembali cara dan kegiatan belanja juga akan membuat Anda mengerti kebiasaan yang dilakukan selama ini.
Sehingga Anda tahu apakah masih dalam tahap wajar, atau sudah melampaui batas diri.
Baca: Geluti Bisnis Properti, Ini 3 Vila Mewah Hotman Paris Hutapea di Bali, Harga Sewa Rp 12 Juta/Malam
Hasil review itu akan menjadi alarm bagimu supaya Anda tak terjebak pemborosan tanpa disadari.
Anda akan mengetahui batas penggunaan uang tanpa takut tak sadar telah boros.
Hidup hemat tak selamanya menyiksa
Orang sering beranggapan bahwa hidup hemat hanya akan membuat diri tersiksa.
Bila dipikir lebih lanjut, itu hanyalah semacam anggapan untuk membuat pemborosan merajalela dan susah dikendalikan.
Atau malah dianggap sebagai pembenaran. Tak usah terpengaruh, fokuslah untuk mempersiapkan masa depan dengan pengelolaan keuangan yang lebih terencana, lebih banyak bersyukur, dan berpola hidup tidak berlebihan.
Hindari perilaku boros tanpa disadari ini. (*)
Artikel ini merupakan hasil kerjasama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Waspada, Kebiasaan Boros Bisa karena Hal Sepele ini"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tips-hemat-gaji_20180324_153347.jpg)