Walikota Makassar Berupaya Ubah Stigma Kota Makassar dari Kota Demonstrasi

Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto berupaya mengubah stigma Makassar menjadi kota demonstrasi

Walikota Makassar Berupaya Ubah Stigma Kota Makassar dari Kota Demonstrasi
TRIBUN TIMUR/SALDY
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto 

TRIBUN-BALI.COM – Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto berupaya mengubah stigma Makassar menjadi kota demonstrasi. Upayanya berupa merangkul dan memberikan fasilitas mahasiswa dari berbagai universitas untuk bebas menggunakan aula rumah jabatannya.

Wali kota yang akrab disapa Danny Pomantoitu mengatakan bahwa setiap saat dirinya mudah ditemui mahasiswa. Mahasiswa tidak perlu audiensi dengan dirinya, terutama jika ingin melakukan kegiatan positif. Bahkan, Danny berjanji merespon cepat kegiatan para mahasiswa.

"Mahasiswa kalau mau bertemu saya tidak perlu bersurat, langsung saja temui dan pasti langsung saya respon. Jadi, kami bisa arahkan mahasiswa-mahasiswa menyalurkan kegiatan positifnya. Semua yang positif dan produktif harus didukung," kata Danny, Jumat (12/9/2019).

Danny mengaku Baruga Angin Mammiri di rumah jabatan walikota disiapkan untuk digunakan semua pihak. Di dalamnya sound sistem dan konsumsinya yang maksimal untuk 200 orang.

Selama menjabat walikota, tutur Danny, dirinya tidak pernah menempati rumah jabatan. Untuk itu, dia mempersilahkan mahasiswa atau kelompok masyarakat lainnya melakukan kegiatan di rumah jabatan Walikota Makassar.

"Alhamdulillah, dengan dirangkul dan difasilitasinya adik-adik mahasiswa dalam melakukan kegiatan produktif aksi-aksi demonstrasi di Makassar juga berkurang. Bukan berarti tidak ada, tapi jauh berbeda dengan aksi demonstrasi yang dulunya bisa setiap hari di beberapa titik. Saya merangkul dan memfasilitasi, bukan memberikan uang. Saya tidak ada uang," ucap Danny.

Danny mengungkapkan, setiap pagi sudah ada mahasiswa menemuinya di rumah pribadinya untuk mendapat dukungan pelaksanaan kegiatan produktif. Mereka meminta Baruga Angin Mammiri. 

"Ya, saya persilahkan. Dijadwalkan saja agar tidak bertabrakan dengan penggunaan Baruga Angin Mammiri oleh kelompok mahasiswa lainnya," ujarnya.

Selain mendukung penggunaan Baruga Angin Mammiri, lanjut Danny, dia juga biasa mendorong kegiatan-kegiatan mahasiswa di dalam kampusnya dengan menyiapkan konsumsi. Danny bahkan membuatkan program "Ma’bicara" di siaran TVRI lokal Makassar.

"Jadi, saya buatkan program siaran tivi dan disitulah mahasiswa menyalurkan aspirasi-aspirasinya tanpa harus turun ke jalan untuk berdemonstrasi," tambahnya.

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved