Aksi Rampok Sadis di Mendoyo, Bayi 3 Bulan Dibekap Bantal, Ibu Diancam Gergaji, Emas 20 Gram Digasak

Mereka masuk ke dalam kamar korban, dan langsung mengarahkan gergaji serta membekap bayi 3 bulan menggunakan bantal.

Aksi Rampok Sadis di Mendoyo, Bayi 3 Bulan Dibekap Bantal, Ibu Diancam Gergaji, Emas 20 Gram Digasak
dokumentasi polsek mendoyo
Polisi tengah olah TKP di lokasi perampokan. Aksi rampok di Banjar Bale Agung, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana tergolong sadis, Sabtu (14/4/2019). 

Aksi Rampok Sadis di Mendoyo, Bayi 3 Bulan Dibekap Bantal, Ibu Diancam Gergaji, Emas 20 Gram Digasak

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Aksi rampok di Banjar Bale Agung, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana tergolong sadis, Sabtu (14/4/2019).

Mereka masuk ke dalam kamar korban, dan langsung mengarahkan gergaji serta membekap bayi 3 bulan menggunakan bantal.

Aksi rampok siang bolong itu pun bikin geger warga setempat.

Korban Desak Putu Weniya Adnya Dewata (21) kaget bukan kepalang atas kejadian yang menimpanya itu.

Baca: Dua Rekan Kerja Ditemukan Tak Bernyawa Dalam karung, Polisi Menduga Pelaku Orang yang Sama

Baca: Cerita 14 Siswi SD Masuk Ruang Kepala Sekolah Bikin Miris, Keluar Ruangan Diancam Dikeluarkan

Baca: Habis Beli Sosis dan Cari Wifi, 2 ABG Siswa SMP di Klungkung Nekat Bawa Kabur Motor Mogok

Baca: Cek Nama Kamu di DPT Pakai Aplikasi Android sebelum ke TPS, Begini Caranya

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yogie Pramagita menuturkan, bahwa telah membuat tim untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Ciri-ciri dari pisik dan alat yang dipakai pelaku sudah diketahui dan arah pergerakan pelaku.

"Sudah kami bentuk tim baik Polres dan Polsek Mendoyo terus melakukan penyelidikan," ucap Yogie, Minggu (14/4/2019).

Korban berusaha mempertahankan barang miliknya itu, mengalami pemukulan di kepalanya dengan gelas dan gergaji.

Bahkan anak yang masih tiga bulan, sempat dibekap dengan menggunakan bantal.

Korban pun menolong anaknya, dan merelakan hartanya dibawa kabur pelaku.

Saat ini kepolisian berusaha menggali informasi dari korban, untuk memastikan kebenaran informasi dari korban sendiri. "Masih kami gali dan selidiki," bebernya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved