Berita Banyuwangi

Kompetisi Startup Pertanian Banyuwangi Berhadiah Ratusan Juta untuk Anak Muda Kembali Digelar

Pemkab Banyuwangi kembali menggelar kompetisi bisnis rintisan pertanian, Agribusisness StartUp Competition.

Kompetisi Startup Pertanian Banyuwangi Berhadiah Ratusan Juta untuk Anak Muda Kembali Digelar
haorrahman
Bupati Anas saat menghadiri agro expo tahun lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi kembali menggelar kompetisi bisnis rintisan pertanian, Agribusisness StartUp Competition.

Kompetisi ini digelar untuk melahirkan anak-anak muda yang terjun ke bisnis pertanian.

“Sering saya bilang, jangan semua ingin jadi youtuber, pegawai bank, PNS. Liriklah sektor pertanian yang punya prospek cerah,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Minggu (14/4/2019).

Menurut Anas, berbagai produk pertanian seperti beras merah organik, yang dikembangkan anak-anak muda dan petani Banyuwangi yang diekspor ke luar negeri bisa menjadi contoh betapa prospektifnya bisnis sektor pertanian.

Anas mengatakan, regenerasi petani adalah salah satu isu terpenting sektor pertanian.

Baca: Velis, Anjing Kintamani dengan Lincah Pungut Sampah Plastik di Hadapan Gubernur Bali

Baca: Tiap Tahun Kian Menyusut, Lahan Pertanian di Denpasar Kini Hanya Tinggal 2.170 Hektar

Berdasarkan sensus pertanian BPS, 61 persen petani berusia lebih dari 45 tahun, serta 72 persen berpendidikan SD.

Jumlah rumah tangga petani terus menurun dari 79,5 juta (2008) menjadi 63,6 juta (2013).

"Maka kita perlu kreatif melahirkan generasi muda petani inovatif, visioner, melek teknologi. Kompetisi ini salah satunya. Peserta kami batasi usia 17-30 tahun agar target anak mudanya tercapai,” kata Anas.

Kompetisi ini sendiri melombakan dua kategori. Pertama, rintisan usaha pertanian yang telah berjalan maksimal 3 tahun.

Kedua, proposal rencana bisnis (business plan). Bidang pertanian yang bisa diikuti pun luas, mulai pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan hingga beragam produk olahannya.

“Kompetisi ini memperebutkan hadiah modal kerja Rp150 juta. Peserta terseleksi juga akan mengikuti berbagai workshop dan mentoring, mulai soal manajemen bisnis pertanian, leadership, hingga pemasaran digital dari para pakar dan pengusaha pertanian sukses. Sehingga rintisan usahanya makin terarah dan berdaya saing,” papar Anas.

Baca: Pangdam IX Udayana Lantik 359 Tamtama TNI AD Baru, Gede Astawa Raih Nilai Tertinggi

Baca: Cabor Panahan Denpasar Berharap Bisa Pertahankan Gelar Juara Umum di Porsenijar Bali

Kepala Dinas Pertanian, Arief Setiawan menambahkan, rangkaian kompetisi agribisnis ini dimulai sejak Maret 2019.

Sosialisasi digeber ke kampus, sekolah, dan komunitas anak muda. Dilanjutkan pembukaan pendaftaran online hingga 20 April 2019 melalui website Dinas Pertanian Banyuwangi.

Baca: Westside MuzeeQ Kembalikan Era Kejayaan Rilisan Fisik, Koleksi Vinyl Sejak Umur 8 Tahun

“Dalam proposal, para peserta diwajibkan memberi gambaran dampak positif bisnis yang dikembangkannya. Misalnya, berapa jumlah tenaga kerja yang terserap dan persebaran manfaatnya bagi warga. Khusus kategori business plan harus membuat proposal perencanaan bisnisnya. Akan dinilai sejauh mana proposal tersebut dapat diterapkan,” ungkapnya.

“Silakan anak-anak muda berkreasi. Bikin bisnis olahan beras, pengembangan perikanan organik, peternakan, sayur, buah, dan sebaganya,” tambah Arief. (*)

Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved