Bali dan 6 Wilayah di Indonesia Berpotensi Gelombang Tinggi 4 Meter, Begini Imbauan BMKG

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter

Bali dan 6 Wilayah di Indonesia Berpotensi Gelombang Tinggi 4 Meter, Begini Imbauan BMKG
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah Anak Buah kapal mencoba menepikan kapal boat saat gelombang tinggi di Pantai Sanur,Denpasar,Kamis (19/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dimulai sejak hari ini, Senin (15/4/2019) hingga Rabu (17/4/2019), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter.

Gelombang tinggi ini kemungkinan terjadi di 7 wilayah perairan Indonesia.

Berdasarkan rilis BMKG yang diterima Tribun Bali, wilayah perairan tersebut adalah Perairan Enggano-Bengkulu, Perairan Selatan Jawa hingga Pulau Lombok, Perairan Barat Lampung, Selat Bali-Selat Lombok bagian selatan, Selat Sunda bagian selatan, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTB, dan Samudera Hindia barat Bengkulu hingga Lampung.

Potensi gelombang tinggi ini terjadi dikarenakan adanya pola angin bertekanan rendah 1010 hPa di Samudera Hindia Barat Daya Banten.

Pola angin di wilayah utara Indonesia umumnya dari Timur Laut - Tenggara dengan rata-rata kecepatan 3 - 15 knot, sedangkan di wilayah selatan Indonesia umumnya dari Timur - Selatan dengan kecepatan 3 - 15 knot. 

Baca: Hentikan Pembajakan Karya Intelektual Asli Bali, Gubernur Siapkan Rapergub Bidang Kebudayaan

Baca: Tampil Dalam Bali Folk Fest, Barasuara Bakal Bawakan Lagu Hits hingga Lagu Album Terbaru

Sementara itu, kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudera Hindia Selatan NTT, Laut Sulawesi bagian Timur, Perairan Utara Halmahera, serta Samudera Pasifik Utara Halmahera.

Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Selain itu, beberapa daerah juga tercatat berpeluang mengalami gelombang tinggi dengan ketinggian yang lebih rendah yaitu berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.

Daerah tersebut di antaranya Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang-Banda Aceh, Perairan Kep. Babar-Kepulauan Tanimbar, Perairan Barat Aceh, Perairan Kepulauan Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Samudera Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Selatan Pulau Sumbawa, Selat Alas bagian selatan, Perairan Selatan Pulau Sumba hingga Pulau Rotte, Selat Sumba bagian barat, Selat Sape bagian selatan, Laut Sawu, Laut Timor selatan NTT, Samudera Hindia selatan NTT, Perairan Selatan Kepulauan Sermata hingga Tanimbar, Laut Arafuru, Selat Makassar bagian utara, Perairan Utara Sulawesi, Laut Sulawesi, Perairan Bitung-Manado, Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian utara, Perairan utara hingga timur Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Utara Papua Barat hingga Papua, dan terakhir Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua.

Baca: 3 Gudang Art Shop di Kuta Terbakar Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Ditaksir Rp 1 Miliar

Baca: Masih Bisa Nyoblos Setelah Pukul 13.00 Wita, Tapi Ada Syaratnya

Sehingga diimbau kepada masyarakat terutama nelayan yang beraktivitas di sekitar wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi tersebut untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran pada beberapa moda transportasi.

Perahu nelayan agar menghindari kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m, kapal tongkang menghindari kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m, kapal ferry pada kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m, kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m.

Masyarakat yang berdomisili dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat juga diimbau agar tetap selalu waspada.

Jika terjadi gelombang tinggi, diharap untuk menjauh menuju tempat yang lebih tinggi. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved