Fakta Kasus Mutilasi Guru Honorer, Selesai Intim Korban Minta Rp 100 Ribu, Cekcok hingga Berkelahi

Aris Sugianto (23) dan Azis Prakoso telah mendekam di sel Polda Jatim terkait kasus pembunuhan dan mutilasi guru honorer asal Kediri,

Fakta Kasus Mutilasi Guru Honorer, Selesai Intim Korban Minta Rp 100 Ribu, Cekcok hingga Berkelahi
SURYAMALANG.COM/Luhur Pambudi
Aris Sugianto (23), dan Azis Prakoso, tersangka kasus pembunuhan dan mutilasi guru honorer asal Kediri, Budi Hartanto. 

Aziz berbalik menyabetkan golok tersebut ke arah korban.

Sabetan pertama mengenai lengan kiri korban.

“Korban jatuh tertelungkup, lalu teriak-teriak. Saat itulah Aziz menyabetkan golok berkali-kali,” katanya.

5. Peran Aris dalam Pembunuhan

Saat Aziz menyabet korban menggunakan golok, Aris muncul.

Aris langsung membantu Aziz dan menyumpal mulut korban sampai tewas.

“Jadi mulut korban disumpal. Makanya hasil otopsi menunjukkan bahwa korban mati akibat kehabisan nafas,” jelasnya.

Setelah korban tewas, dua tersangka itu berupaya menghilangkan jejak dengan membuang mayat korban ke suatu tempat.

Aris punya ide untuk mewadahi mayat korban ke dalam koper milik ibunya.

“Lalu Aris pulang, dan ambil koper milik ibunya. Belakangan Aris cerita kalau koper itu dijual,” tuturnya.

6. Masalah Saat Masukkan ke Koper

Saat memasukkan mayat ke dalam koper, ternyata koper tersebut tidak muat.

“Lalu mayatnya dikeluarkan lagi. Aris usul agar kepala korban dipotong,” katanya.

Usai kepala korban dipotong, mayat tersebut muat di koper.

Gupuh menyebut mayat korban ditekuk secara paksa di dalam koper.

Lalu mayat korban dibuang di bawah jembatan Karang Gondang, Udanawu, Blitar.

Sedangkan kepala korban diwadahi kantung kresek dan dibuang di bantaran Sungai Ploso Kerep, Bleber, Kras, Kediri.

"Kejadian itu dilakukan pada Selasa malam,” tandasnya. (*)

Artikel ini ditulis Luhur Pambudi telah tayang di suryamalang.com

Editor: Rizki Laelani
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved