Pemilu 2019

Polisi Kawal Ketat Enam Truk Logistik Pemilu, KPU Klungkung Distribusikan ke Nusa Penida

Logistik pemilu yang diangkut enam unit truk itu dikawal ketat anggota Polres Klungkung melalui patroli laut.

Polisi Kawal Ketat Enam Truk Logistik Pemilu, KPU Klungkung Distribusikan ke Nusa Penida
Dok/ist/Tribun Bali
KAWAL LOGISTIK - Aparat  Satpol Air Polres  Klungkung  mengawal pengiriman logistik pemilu ke Nusa Penida, Minggu (14/4/2019).  

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA -- KPU Klungkung mendistribusikan logistik pemilu ke Kecamatan Nusa Penida, Minggu (14/4).

Logistik pemilu yang diangkut enam unit truk itu dikawal ketat anggota Polres Klungkung melalui patroli laut. 

Pendistribusian logistik melalui Pelabuhan Padang Bai, Karangasem ini menggunakan kapal Roro Nusa Jaya Abadi.

Polisi mengawal distribusi logistik selama perjalanan dari gudang di GOR Swecapura di Klungkung  hingga Pelabuhan Padangbai. 

Kapal berangkat ke Nusa Penida sekira pukul 07.00 Wita. 

Selama penyeberangan, Kapal Roro Nusa Jaya Abadi dikawal Satpol Air Polres Klungkung melalui patroli laut.

Truk pengangkut logistik sampai di Pelabuhan Nusa Penida sekitar pukul 09.30 Wita dan langsung menuju setiap desa di pulau tersebut. 

"Jumlah logistik yang kami seberangkan sebanyak 505 kotak dan 404 bilik," ujar Ketua KPU Klungkung, I Gusti Lanang Mega Saskara, Minggu (14/4). 

Dijelaskannya, logistik pemilu  itu akan disebar ke 101 TPS di Kecamatan Nusa Penida yakni Desa Lembongan 14 TPS, Jungutbatu 12 TPS, Pejukutan 13 TPS, Tanglad 8 TPS, Sekartaji 6 TPS, Suana 14 TPS, Batu Madeg 8 TPS, Bunga Mekar 12 TPS dan Desa Sakti 14 TPS.

Menurut  Saskara, selain mengantisipasi faktor cuaca, logistik ke Nusa Penida dikirim lebih awal lantaran mempertimbangkan banyak desa yang lokasinya jauh di bukit.

Bahkan untuk mengirim logistik ke Pulau Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, harus dua kali menyeberangi laut.

Pertama ke Pelabuhan Nusa Penida kemudian menggunakan sampan ke Lembongan. 

Di Pulau Lembongan terdapat dua desa yakni Desa Lembongan dan Jungutbatu. 

“Untuk sampai di TPS, semua sama yaitu saat hari pencoblosan. Paginya (logistik pemilu) dibawa ke masing-masing TPS,” ungkapnya.   

Divisi Pencegahan dan Humas Bawaslu, Cokorda Raka Partawijaya menjelaskan, pihaknya sudah memerintahkan seluruh jajarannya di lapangan untuk waspada dan selalu berkoordinasi dengan pihak keamanan terkait pendistribusian logistik ke setiap TPS.

“Hal ini harus kita lakukan,” kata Partawijaya ketika ditemui di sela-sela pendistribusian logistik pemilu ke Nusa Penida

Kapolres Klungkung, AKBP  I Komang Sudana menyatakan, pihaknya menurunkan 192 personel untuk BKO (Bantuan Kendali Operasi) ke Polsek Nusa Penida. Tugas mereka memastikan pemilu aman, damai dan lancar.

Sebanyak 192 personel itu berangkat pada hari Minggu (14/4)  dan Senin (15/4).  "Saya juga ingatkan personel untuk membawa seluruh perlengkapan yang sudah ditetapkan,” tegas Komang Sudana. 

Jamin  Aman dan Damai 

Sementara itu, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan menjamin pelaksanaan pemilu di wilayah hukumnya akan berjalan aman dan damai.

Apalagi didukung sinergitas Polresta Denpasar bersama Kodim 1611/Badung di bawah pimpinan  Letkol Inf Handoko Yudho Wibowo.

"Untuk wilayah Kota Denpasar khususnya, tidak ada TPS yang rawan. Saya bersama Dandim selalu berpatroli bersama," kata Ruddi, Minggu (14/4).

"Sinergitas kita lakukan dengan tiga pilar (Polri, TNI dan Pemda) yang setiap malam melakukan patroli keliling untuk mengecek gudang penyimpanan kotak suara dan kita keliling ke desa-desa juga. Ya situasi sampai sekarang aman," ujarnya lagi.  

Ruddi mengimbau masyarakat ikut menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungannya masing-masing, sehingga pemilu nanti semua berjalan lancar.

"Saya katakan lagi, tidak ada titik rawan. Untuk di Bali situasi sangat kondusif  dan saya minta masyarakat tetap terus menjaga bersama-sama," ujarnya.

Ruddi Setiawan menegaskan, Polri akan bertindak tegas terhadap seseorang atau sekelompok orang yang ingin mengusik ketenangan saat pemilu serentak berlangsung di wilayah hukumnya.

"Saya dan Dandim akan bertindak tegas jika ada yang bermacam-macam di sini atau mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung," demikian Ruddi.(mit/riz)

 
 

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved