Breaking News:

Diupah Rp 3 Juta Edarkan Sabu dan Ekstasi, David Terancam Maksimal Pidana Mati

Raut wajah David Setyadi (22) tampak murung saat pertama kalinya duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Tribun Bali/Putu Candra
David saat menjalani sidang dakwaan di PN Denpasar. 

Saat itu petugas melakukan penggeledahan di kamar kos terdakwa. Di lemari pakaian milik terdakwa ditemukan 1 buah timbangan digital, 1 buku kwitansi berisi rekapan dan 1 buah handphone.

Petugas lalu menanyakan, apakah terdakwa menyimpan narkotik. Terdakwa mengaku menyimpan narkotik di tumpukan genteng.

Baca: Libatkan 31 Truk Distribusikan Logistik Pemilu ke Kintamani, Hari Ini Terakhir Pengiriman ke Desa

Baca: Soal Penahanan Alit Wiraputra & Sudikerta, Golose Tegaskan Tak Ada Unsur Politik

Atas pengakuan terdakwa, petugas kemudian memintanya mengambil bungkusan tas plastik berisi narkotik yang disimpan. Lalu petugas bersama terdakwa membuka bungkusan plastik warna hitam itu.

"Di dalamnya berisi 15 paket berisi sabu-sabu dengan berat keseluruhan 635,26 gram bruto. Juga ditemukan 1646 butir ekstasi, pecahan tablet dan serbuk berwarna orange. Total berat jenis ekstasi itu berjumlah 695,10 gram bruto," urai Jaksa Putu Megawati.

Saat dilakukan pemeriksaan, terdakwa mengaku mendapat sabu-sabu dan ribuan butir ekstasi itu dari kawannya di Surabaya bernama Joni (DPO).

Saat menerima kiriman sabu-sabu dan ekstasi dari Joni, terdakwa memecah dan membungkus dengan beberapa plastik klip kecil, sesuai perintah Joni.

Lalu terdakwa mengedarkan narkotik itu dengan cara ditempel atau ditaruh di tempat yang telah ditentukan Joni.

"Untuk pekerjaan menerima, menjadi perantara dalam jual beli narkotik terdakwa diberikan upah sekitar Rp 3 juta," ungkap jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali ini. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved