Badung Anggarkan Rp 2,3 Milliar untuk Pengadaan Gong Bagi Sekaa dan Sanggar di Badung
tahun 2019 ini Kabupaten Badung kembali menggelontorkan dana untuk gambelan dengan anggaran mencapai Rp 2,3 miliar lebih
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Widyartha Suryawan
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung, melalui Dinas Kebudayaan kembali melakukan pengadaan beberapa jenis gambelan sebagai penunjang aktivitas kesenian masyarakatnya.
Pengadaan gambelan ini akan diserahkan kepada beberapa sanggar maupun sekaa seni yang ada di Kabupaten Badung.
Adapun jenis gambelannya antara lain lima barung Gambelan Angklung, lima barung Gong Kebyar, dan lima barung Gambelan Semarandana.
Namun, pengadaan ini dikabarkan sempat ditunda, lantaran terganjal anggaran yang membutukan biaya mencapai miliaran rupiah.
Kepala Dinas Kebudayaan Badung, Ida Bagus Anom Bhasma tak menampik terkait penundaan hibah gambelan tersebut.
Namun demikian, ia mengatakan pengadaan gambelan itu telah disetujui oleh Bupati Badung.
“Awalnya maunya ditunda, karena melihat kondisi keuangan Badung. Tapi sekarang terus jalan karena sudah di-acc oleh pimpinan,” ujarnya Kamis (18/4/2019)
Ia menambahkan, tahun 2019 ini Kabupaten Badung kembali menggelontorkan dana untuk gambelan dengan anggaran mencapai Rp 2,3 miliar lebih.
“Sebelumnya kita sudah melakukan pengadaan gambelan dengan nilai sebesar Rp 1,6 M. Tapi kini kembali kita lakukan pengadaan sesuai permintaan dari masyarakat,” jelasnya sembari mengatakan penyerahan gamelan itu akan dilakukan Desember mendatang.
Lebih lanjut ia mengatakan, tiap tahun Pemkab Badung menganggarkan bantuan gong atau gambelan, baleganjur, angklung, termasuk gaguntangan. Sehingga lima tahun ke depan tidak ada banjar atau sekaa di Badung yang tidak memiliki gong.
"Dengan adanya bantuan Gong ini, kami berharap masyarakat mengembangkan budaya dari banjarnya masing-masing. Karena nantinya setiap banjar sudah memiliki gong,” jelasnya.
Produksi Perajin Lokal
Kepala Dinas Kebudayaan Badung, Ida Bagus Anom Bhasma menambahkan, semua gong yang diberikan itu dibuat oleh perajin lokal dari Banjar Binong, Mengwi.
Menurutnya, hal itu dilakukan untuk memberdayakan perajin gamelan asal Badung.
“Kami mengutamakan pembuat gong yang berasal dari Badung, sehingga terjadi perputaran ekonomi di masyarakat Badung,” jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/penampilansekaa-gong-taruna-mekar-banjar-kebon-singapadu_20180826_214608.jpg)