Tanpa Kita Sadari, Asap Dapur Ternyata Jauh Lebih Bahaya Dibanding Polusi Jalanan

Polusi udara yang sangat mengancam nyawa tak hanya disebabkan oleh asap kendaraan atau pabrik, tapi juga bisa datang dari asap dapur dan uap gorengan

Tanpa Kita Sadari, Asap Dapur Ternyata Jauh Lebih Bahaya Dibanding Polusi Jalanan
KOMPAS.com
Ilustrasi memasak. Tanpa Kita Sadari, Asap Dapur Ternyata Jauh Lebih Bahaya Dibanding Polusi Jalanan 

TRIBUN-BALI.COM - Polusi udara yang sangat mengancam nyawa tak hanya disebabkan oleh asap kendaraan atau pabrik, tapi juga bisa datang dari asap dapur dan uap gorengan.

Pada 2012, ilmuwan dari Universitas Sheffield bahkan menegaskan bahwa polusi udara dari dapur sebenarnya jauh lebih buruk dibanding asap jalanan.

Apalagi jika dapur di rumah Anda pengap.

Hal ini sangat mungkin akan membuat Anda dan keluarga terpapar polusi udara tiga kali jauh lebih tinggi dibanding berjalan kaki di trotoar pusat kota.

Para ahli menemukan, keadaan ini diperburuk dengan kemunculan rumah modern yang diklaim hemat energi, pemasangan AC dan produk pembersih terkini.

Tertuang di Journal of Indoor and Built Environment edisi 2012, ahli meneliti tiga bangunan, dua rusun dengan kompor gas dan satu lagi sebuah rumah di desa yang dapurnya menggunakan kompor listrik.

Baca: Satu Kamar Kos Terbakar Akibat Korsleting Listrik

Baca: Lebih Aman Pembalut atau Menstrual Cup? Ini Jawaban Dokter

Pengamatan selama empat minggu menemukan di dapur rumah dengan kompor listrik ditemukan karbon monoksida sangat beracun.

Sementara untuk dapur di dua rusun yang menggunakan kompor gas, level karbon monoksidanya jauh lebih tinggi.

Melansir Telegraph (6/6/2012), kompor gas merupakan sumber nitrogen dioksida yang signifikan dan bila ditempatkan di rusun kota maka dampak polusinya tiga kali lebih tinggi dibanding rumah di pedesaan.

Kondisi ini akan sangat berdampak pada orang tua dan mereka yang memiliki masalah pernapasan atau riwayat kardiovaskular, termasuk senyawa organik yang mudah menguap dan partikel padat yang sangat kecil sehingga bisa masuk ke paru-paru.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved