Pemilu 2019

Diduga Rusak Kertas Suara, Ketua KPPS TPS 29 Banjar Pangkung Diberhentikan Tidak Hormat

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tabanan, I Made Rumada memberi keterangan terkait oknum Ketua KPPS TPS 29 berinisial IWS

Diduga Rusak Kertas Suara, Ketua KPPS TPS 29 Banjar Pangkung Diberhentikan Tidak Hormat
TRIBUN BALI/ I MADE PRASETIA ARYAWAN
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tabanan, I Made Rumada saat memberikan keterangan di Kantor Bawaslu Tabanan, Jumat (19/4). 

Diduga Rusak Kerta Suara, Ketua KPPS TPS 29 Banjar Pangkung Diberhentikan Tidak Hormat

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tabanan, I Made Rumada memberi keterangan terkait oknum Ketua KPPS TPS 29 berinisial IWS yang diberhentikan tak hormat.

Alasannya, Ketua KPPS TPS 29 berinisial IWS diduga merusak dengan melakukan pencoblosan di kertas suara yang sudah tercoblos, sehingga dianggap menjadi tidak sah.

Oknum tersebut bertugas di TPS 29 Banjar Pangkung, Desa Delod Peken, Tabanan.

Oknum tersebut dinyatakan melanggar aturan pemilu dengan cara merusak surat suara dari sah menjadi tidak sah (dicoblos).

Peristiwa tersebut terjadi saat pemungutan suara DPRD Kabupaten, Rabu (17/4/2019) malam.

Baca: UPDATE Kebakaran Bandara I Gusti Ngurah Rai, 4 Pos Pemadam Dikerahkan, Sumber Api Masih Didalami

Baca: Pengakuan Muncikari yang Gelap Mata Setelah Dikasari, Mahasiswi Ini Meregang Nyawa di Kamar Hotel

Baca: Oknum Caleg di Dapil Dawan Diduga Nyoblos Dua Kali, Bawaslu Klungkung Tunggu Laporan Resmi

Baca: Begini Detik-detik Dua Ketua KPPS di Tasikmalaya Meninggal Akibat Kelelahan di TPS

Oknum ketua KPPS tersebut diduga melanggar UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu pasal 327 ayat (2) huruf c yang berbunyi "Pemungutan suara di TPS wajib diulang apabila dari hasil penelitian dan pemeriksaan Pengawas TPS terbukti oknum tersebut melakukan perusakan lebih dari satu surat suara menjadi tidak sah.

Rumada menuturkan, peristiwa tersebut awalnya dilaporkan oleh seorang saksi dari Partai Nasdem Tabanan, kemudian dilaporkan ke pengawas TPS setempat.

Pengawas TPS bersama tersebut kemudian sempat melakukan pencegahan, namun dilakukan secara berulang sehingga langsung dilaporkan ke Bawaslu. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved