Breaking News:

Dinas Perkimta Buleleng Siapkan Anggaran Rp 1,3 Miliar Bangun IPAL Komunal

Sebanyak dua Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Komunal akan dibangun oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertahanan Buleleng

Tribun Bali / Eka Mita Suputra
(Ilustrasi. Foto tidak terkait berita) IPAL di Tempat Pemindangan Ikan Kusamba, Selasa (12/1/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sebanyak dua Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Komunal akan dibangun oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertahanan (Perkimta) Buleleng pada tahun 2019 ini.

Lokasinya di Desa Pangkungparuk dan Desa Kalisada, Kecamatan Seririt, dengan anggaran yang disediakan mencapai Rp 1,3 miliar.

Kasi Permukiman Dinas Perkimta, Made Agus Suardana mengatakan, IPAL Komunal ini dibangun untuk memperbaiki sanitasi masyarakat, dan sebagai langkah pemerintah untuk menangani kawasan kumuh di Buleleng.

Sebelumnya masyarakat banyak yang menggunakan sumur dalam yang jaraknya berdekatan dengan sepiteng.

Sehingga air di sumur tersebut tercemar oleh bakteri.

Baca: 384 Peserta Absen UTBK Hingga Sesi 4, Kini Unud Luncurkan Pusat Informasi Lokasi Ujian

Baca: Gempa 5,0 SR Guncang Lombok Tengah, Warga Mataram Mengaku Tak Merasakan Goncangan

Untuk itu, melalui pembangunan IPAL Komunal ini, sepiteng dari 50 kk di desa tersebut nantinya akan disatukan dalam satu lubang, sehingga dapat memberikan solusi bagi masyarakat yang belum memiliki sanitasi layak.

"Anggaran yang disiapkan Rp 1,3 miliar. Lokasinya itu adalah lahan milik desa dan sumbangan pribadi. Masing-masing lubang dibuat dengan panjang 20 meter dan lebar 4 meter, serta dalamnya 2,5 meter. Sedangkan pemeliharaannya nanti secara swadaya," katanya.

Pembuatan IPAL Komunal ini sebut Suardana, sudah dibuat sejak 2016 lalu, dengan total 12 titik yang tersebar di 9 kecamatan di Buleleng.

Baca: Capello Sebut Real Madrid Bakal Rombak Tim Besar-besaran Musim Depan, Sebesar Ini Anggarannya

Baca: Wanita yang Mengaku Titisan Nabi di Palembang Berakhir Tragis, Bunuh Anak Sendiri lalu Bunuh Diri

Pembangunan ini juga untuk mendukung program pemerintah 100 persen bersih air, nol persen kawasan kumuh, dan 100 persen pemenuhan sanitasi.

Di Buleleng, Suardana mengklaim kawasan kumuh sudah berkurang.

Sebelumnya melalui SK Bupati 2015 lalu, ditetapkan 18 titik kawasan kumuh tersebar di perkotaan dan pedesaan.

"Untuk tahun ini kami masih melakukan penghitungan, karena sudah ada tren penurunan dari sejumlah upaya yang dilakukan pemerintah selama ini," tutupnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved