Breaking News:

Jumat Agung, Pemuda Gereja Tampilkan Teatrikal Sang Putra Raja Melawan Rangda

Pelaksanaan Jumat Agung di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Denpasar, Jalan Raya Puputan, Denpasar Jumat (19/4/2019) menampilkan teatrikal dan monolog

Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Penampilan teatrikal dan monolog yang diperankan oleh para anak muda GKI Denpasar dalam kebaktian Jumat Agung di GKI Denpasar, Jalan Raya Puputan, Denpasar, Bali, Jumat (19/4/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pelaksanaan Jumat Agung di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Denpasar, Jalan Raya Puputan, Denpasar, Bali, Jumat (19/4/2019) menampilkan teatrikal dan monolog yang diperankan 5 anak muda GKI Denpasar.

Teatrikal "Sang Putra Raja Melawan Rangda" dalam kebaktian Jumat Agung adalah teratrikal yang pertama kali digelar berbeda, dengan mengusung budaya Bali.

Koordinator Acara, Eunike menuturkan teatrikal dan monolog Jumat Agung yang menceritakan tentang Sang Putra Raja sebagai perwujudan Yesus dan kebaikan untuk menjaga bumi.

Kemudian Rangda sang raksana perwujudan kejahatan berusaha untuk menghancurkan bumi.

Namun, niat jahatnya berhasil dikalahkah Sang Putra Raja sebagai perwujudan Yesus dan kebaikan berkat kekuatan yang diberikan Tuhan.

Baca: Proyek Gong Rp 2,3 Miliar Nyaris Batal, Terpengaruh Krisis Keuangan Pemkab Badung

Baca: Ratusan Umat Kristiani Denpasar Khidmat Laksanakan Jumat Agung

Baca: Siapkan Mental Anak PAUD Hadapi Gempa, Disdikpora Akan Gelar Simulasi Siaga Bencana

"Ini pertama kalinya kita buat teatrikal seperti ini dengan mengangkat budaya Bali. Kalau Paskah sebelumnya itu lebih ke fragmen perjalanan kematian Tuhan Yesus dengan salibnya," ujarnya.

Para snak muda GKI Denpasar menyiapkan teatrikal untuk kebaktian Jumat Agung selama 2 minggu.

Sementara, pnt. Maureen Christine menuturkan dengan diangkat teatrikal yang menceritakan Sang Putra Raja dan Rangda ingin mengajak jemaat GKI lebih mengenal budaya Bali.

"Orang-orang GKI ini kan kebanyakan pendatang. Dengan memerkenalkan Rangda tadi jadi satu bentuk kami untuk setiap anak rantau tidak hanya sekadar datang. Juga kami ajak untuk mengenal budaya setempat," ujarnya.

Dalam kebaktian Jumat Agung dihadiri oleh ratusan jemaat Kristiani. (*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved