Menuju Bali Yang Binal 2019, Komunitas Pojoks Gelar Sawer Nite

Bali Yang Binal (BYB) adalah sebuah festival seni yang lahir dari sebuah kritik pada Bali Biennale di medio 2005

Menuju Bali Yang Binal 2019, Komunitas Pojoks Gelar Sawer Nite
Komunitas Pojoks
Sawer Nite akan diadakan di Cushcush Gallery, dibuka pada tanggal 19 April 20019 oleh Agung Alit Mitra Bali Fair Trade. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bali Yang Binal (BYB) adalah sebuah festival seni yang lahir dari sebuah kritik pada Bali Biennale di medio 2005.

BYB diinisiasi para seniman muda yang waktu itu tergabung dalam Komunitas Pojoks dan Komunitas Seni di Denpasar (KSDD).

Nama Bali Yang Binal sendiri adalah parodi dari Bali Biennale.

Di kala Bali Biennale yang dikritik mati di tahun pertamanya, BYB justru mampu berjalan hingga ke edisi #7 pada tahun 2017 yang lalu.

Sebagai sebuah festival dua tahunan yang terlahir dari kritik, BYB selalu membawa tema spesifik yang terbungkus dengan baik secara estetik.

Pada edisi kali ini BYB mengangkat tema “Energi Esok Hari”.

"Tema ini dipilih sebagai intisari dari semua permasalahan yang sedang atau berpotensi menjadi masalah di masa depan. Bali mempunyai potensi investasi tinggi yang selalu menjadi obyek menggiurkan untuk dieksploitasi karena peran pentingnya dalam industri pariwisata," jelas anggota panitia, Dewa Keta dalam siaran persnya, Jumat (19/4/2019).

Baca: 64 Sekolah Sepak Bola se-Bali Berpartisipasi dalam Turnamen Mitra Devata Cup I

Baca: Memotivasi SSB Se-Bali Lewat Turnamen Sepak Bola Mitra Devata Cup I 2019

Menurutnya, banyak kebutuhan yang kemudian diadakan atas nama menjaga Bali sebagai tujuan wisata utama di Indonesia.

Namun yang sangat disayangkan dan butuh dikritik adalah keputusan-keputusan instan yang dipilih pemangku kebijakan dan investor dalam menentukan arah pembangunan pariwisata.

Keinginan pemerintah dan investor untuk membangun sarana-sarana penunjang pariwisata seperti rencana reklamasi Teluk Benoa, rencana pembangunan tol lintas utara, rencana pembangunan bandara baru di Bali utara, dan lain sebagainya tentu membutuhkan energi yang besar.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved