Wiki Bali
Sejarah Hotel Oberoi, Pertama Berdiri di Bali Pada Tahun 1975 dan Perjalanannya Kini
Hotel ini dibangun pada tahun 1974 sebagai private club yang bernama ‘Kayu Aya’, bersebelahan dengan perkampungan penduduk.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA – Pulau Dewata yang hingga kini masih menjadi destinasi wisata favorit wisatawan baik nusantara maupun mancanegara yang tidak diragukan lagi.
Budaya keramahan warga Bali serta masih kentalnya adat istiadatnya di Bali menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Kedatangan wisatawan ke Bali sudah dimulai sejak awal abad ke-20.
Hal itu diyakini dengan adanya politik Bali Sharing yang diterapkan penjajah Belanda untuk menjadikan pulau dewata sebagai museum hidup agar dapat menarik wisatawan asing.
Tampaknya pengaruh itu masih terasa sampai sekarang.
Kawasan Pantai Kuta yang telah berkembang sejak tahun 70’an sebagai tempat wisata telah memberikan dampak signifikan terhadap daerah sekitarnya, seperti Banjar Basangkasa dimana di tempat itu sejak 1975 telah berdiri sebuah hotel.
“Hotel pertama di sini adalah Hotel Oberoi, dan hingga saat ini masih berdiri,” kata kelian Adat Banjar Basangkasa, I Nyoman Roma kepada tribunbali.com sekira tahun 2014 silam.
Ia mengungkapkan jika dulunya hotel tersebut bernama Hotel Kayu Aya yang telah berdiri sejak 1975. “Setahu saya begitu,” ungkapnya.
Pertama kali hotel ini dibangun pada tahun 1974 sebagai private club yang bernama ‘Kayu Aya’, bersebelahan dengan perkampungan penduduk.
Lebih dari dua tahun para pengrajin dan seniman mengkombinasikan bangunan ini sehingga terciptanya kenyamanan antara budaya barat dan timur.
Pada bulan Februari tahun 1978, Oberoi Hotel group menandatangani kerjasama dengan PT. Widja Putra Arya untuk mengoperasikan ‘Hotel The Oberoi Bali’ yang dikenal sekarang ini.
Hotel ini berhenti beraktifitas selama enam bulan untuk melakukan renovasi dan penambahan fasilitas yang menjadikannya berstandar internasional.
Hotel The Oberoi Bali kembali dibuka pada tanggal 5 Agustus 1978 dengan jumlah 63 kamar (14 villa, satu villa mewah lengkap dengan kolam renang, dan 48 lanai), satu Restaurant dan satu Bar.
Pada tahun 1980, renovasi ke-2 dilakukan dengan penambahan 12 lanai yang menjadikan hotel ini memiliki 75 total kamar.
Selain penambahan kamar juga dibangun spa dengan sauna, massage dan beauty Salon, dan satu lapangan tenis.
Pemasangan air conditioner juga dilengkapi di setiap kamar. Pada tahun 1988 dilakukan renovasi ke-3 dengan ditambahkannya beberapa fasilitas tambahan seperti mini bar disetiap kamar.
Diantara tahun 1993 dan 1995 beberapa operasional system juga diperbaharui, tidak hanya yang umum dilihat oleh tamu tetapi juga hal yang sangat penting untuk kenyamanan dan keamanan mereka.
Seperti halnya sistem pemadam kebakaran, sistem penyediaan air dan water treatment plant disempurnakan.
Saluran televisi nasional dan internasional juga diperkenalkan untuk kenyamanan dan hiburan bagi tamu yang menginap.
Terbaru yang ditambahkan yaitu sistem koputerisasi dan layanan internet.
Di tahun 1995 Lobby, pusat bisnis, ruang pertemuan, butik dan area parkir tamu juga ditambahkan.
Pusat kebugaran (Health Spa) yang baru dan lapangan tennis juga dibuka bersamaan di tahun ini.
Health Spa ini dilengkapi dengan gymnasium dengan peralatan fitnes modern, tempat massage yang berpanorama kolam teratai, sauna dan salon kecantikan untuk penyegaran dan ksegaran tubuh.
Selama tahun 1997 Kura-Kura restaurant diperbaharui menjadi restoran yang mempunyai panorama kebun yang terbuka .
Boutique dan gallery juga dibuka sebagai fasilitas tambahan yang menyediakan perhiasan yang unik serta souvenir kerajinan tangan.
Pada bulan maret 1999, kolam renang dan area sekitarnya diperbaharui secara sempurna dengan warna air biru yang menyejukkan mata.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pintu-hotel_20181027_134319.jpg)