Hari Kartini

Misteri Kematian RA Kartini, dari Dugaan Diracun Belanda hingga Alami Preeklamsia Usai Melahirkan

Kartini meninggal secara mendadak pada 17 September 1904, empat hari setelah melahirkan putra semata wayangnya, Raden Mas Soesalit

Misteri Kematian RA Kartini, dari Dugaan Diracun Belanda hingga Alami Preeklamsia Usai Melahirkan
blogspot.com via GridHEALTH.id
Misteri kematian RA Kartini, dari diracun hingga alami preeklamsia usai melahirkan 

Salah satu tanda preeklamsia yang khas ialah kenaikan tekanan darah yang melebihi 140/90 mm Hg.

Bila tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat, preeklamsia dapat menyebabkan komplikasi serius bagi sang ibu.

Komplikasi preeklamsia yang bisa terjadi seperti gagal hati atau ginjal dan masalah kardiovaskular di masa depan.

Selain itu preeklamsia juga bisa menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa.

Ketika seorang ibu mengalami preeklamsia, biasanya mereka akan mengalami gejala kenaikan berat badan hingga beberapa bagian tubuh membengkak.

Selain itu, ada pula beberapa gejala lain seperti sakit kepala, penglihatan kabur, ketidakmampuan untuk mentoleransi cahaya terang, kelelahan, mual atau muntah, kurangnya buah air kecil, nyeri di perut kanan atas, sesak napas, dan kecenderungan untuk mudah memar.

Namun pendapat ini juga tidak bisa dibuktikan seratus persen benar.

Sebab, dokumen dan catatan riwayat kematian Kartini tidak bisa ditemukan.

Terlepas dari desas-desus dan dugaan tersebut, kita bisa mengambil benang merah bahwa Kartini meninggal sebagai seorang ibu yang berjuang untuk anaknya.(GridHEALTH.id/Rosiana Chozanah)

Artikel ini telah tayang di GridHEALTH.id dengan judul Misteri Kematian RA Kartini, dari Diracuni Oleh Belanda Hingga Diduga Alami Preeklamsia Usai Melahirkan

Editor: Irma Budiarti
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved