Pegiat Sosial Komang Sariadi, Sebut Hari Kartini Bukan Sekadar Fashion Show

Pegiat sosial dan pendiri Kim Women's Center dan Pusat Kegiatan Perempuan Ubud, Ni Komang Sariadi memeringati Hari Kartini bukan hanya soal perayaan

Pegiat Sosial Komang Sariadi, Sebut Hari Kartini Bukan Sekadar Fashion Show
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Ni Komang Sariadi saat ditemui Tribun Bali sebelum mengisi acara Sahabat Kartini yang digelar oleh Narmada Bali di Youth Park, Lapangan Lumintang, Denpasar, Bali, Minggu (21/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pegiat sosial dan pendiri Kim Women's Center dan Pusat Kegiatan Perempuan (PKP) Ubud, Ni Komang Sariadi memeringati Hari Kartini bukan hanya soal perayaan fashion show di Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2019.

"Perayaan dengan busana itu sah-sah saja. Yang menjadi tidak bagus dan nilainya hilang adalah ketika perayaan itu menjadi beban orang yang ikut perayaan. Misalnya hutang karena ingin dandan cantik. Tidak merangkul teman-temannya yang tidak mampu untuk berkebaya," jelasnya saat ditemui Tribun Bali, Minggu (21/4/2019).

Lebih lanjut, Ni Komang Sariadi menjelaskan bahwa Hari Kartini itu tidak semata-mata sekadar fashion show.

Tetapi tentang bagaimana seorang perempuan menunjukkan menjadi seseorang yang ayu dengan kelemahlembutannya.

Baca: Contoh RA Kartini, Artika Sari Devi Ajarkan Anak-anaknya agar Punya Sikap sebagai Perempuan

Baca: BREAKING NEWS: Gunung Agung Meletus dengan Dentuman Keras, Lontaran Abu ke Segala Arah, Ada Api

"Kita adalah apa yang kita makan. Kalau kita makan energi positif makan energi positif yang keluar. Kalau hanya ajang fashion show atau ingin menunjukkan punya kebaya mahal dan ke salon yang paling mahal. Untuk apa?,"

"Apakah itu hanya sebuah kepuasan atau pamer atau hanya ingin mendapatkan popularitas? Orang tidak akan kagum dan terinspirasi kalau energi orang tidak balance antara perilaku dan jasmaninya," paparnya.

Ni Komang Sariadi juga menekankan bahwa memahami Kartini bukan berarti bertengkar, memusuhi dan berkelahi dengan kaum lelaki.

Baca: Peringati Hari Kartini, Duta Bandara I Gusti Ngurah Rai Bagikan 250 Bunga Mawar Kepada Penumpang

Baca: Denpasar Ikuti Bali Smesco Festival, Rai Iswara Ajak Perajin Terus Berinovasi

Namun, memahami Kartini yakni tentang kesetaraan gender dengan membukakan jalan untuk bisa bersekolah bagi para kaum perempuan.

Ni Komang Sariadi sosok perempuan Bali yang mendedikasikan hidupnya untuk mengasuh, mendidik, membantu dan berbagi dengan anak kebutuhan khusus dan perempuan-perempuan bermasalah.

Seperti perepuan berpisah, perempuan yang memiliki anak berkebutuhan khusus, perempuan mandul, perempuan transgender dll. (*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved