Warisan Budaya Dunia Subak Terancam, Prof. Windia Minta Hentikan Eksploitasi Jatiluwih

Salah satu warisan budaya dunia yang diakui oleh United Nation Educational Scientific and Cultural Organization, yakni subak kini terancam dicabut

Warisan Budaya Dunia Subak Terancam, Prof. Windia Minta Hentikan Eksploitasi Jatiluwih
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Subak Jatiluwih, Penebel, Tabanan. 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Salah satu warisan budaya dunia (word heritage) yang diakui oleh United Nation Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO), yakni subak, kini terancam dicabut.

Hal itu disinyalir karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan membangun helipad atau landasan untuk pendaratan helikopter di kawasan Subak Jatiluwih.

Pembangunan itu disinyalir telah merusak keaslian kawasan kawasan Subak Jatiluwih yang merupakan inti dari kawasan Catur Angga Batu Karu yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia (WBD).

Ketua Pusat Penelitian Subak Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. Wayan Windia meminta kepada Pemkab Tabanan untuk menghentikan eksploitasi di kawasan tersebut.

Baca: Khawatir Lahan Pertanian Kekeringan, Petani Subak Tolak Pembangunan Perusahaan Air Minum

Baca: Saluran Irigasi Subak Akah Klungkung Tergerus Longsor, 12 Ha Kekeringan Sejak 6 Bulan

Hal itu, kata dia, bisa dilakukan jikalau Pemkab Tabanan membentuk badan pengelola warisan budaya dunia (WBD), bukan badan pengelola daerah tujuan wisata (DTW) seperti sekarang.

Terlebih, kata Prof. Windia, DTW Jatiluwih pernah ngotot untuk membuat parkir untuk kendaraan wisatawan yang berkunjung, namun ternyata parkir tersebut diperuntukkan untuk restoran kapitalis yang ada di sana.

"Jadi apakah alasan tentang helikopter pad tersebut dapat dipercaya?," kata dia kepada Tribun Bali, Sabtu (19/4/2019).

Menurut guru besar Fakultas Pertanian Unud ini, investor di Jatiluwih sangatlah rakus karena berupaya membangun parkiran di kawasan subak tersebut hanya untuk kepentingan pribadi.

Pihaknya pun menentang pembangunan parkir itu karena dapat mengancam keaslian tatanan di wilayah Subak Jatiluwih.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved