FKUB Indonesia Kutuk Aksi Teror di Sri Lanka, Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya  

Peristiwa serangan bom gereja di Sri Lanka mendapat sorotan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di seluruh Indonesia

FKUB Indonesia Kutuk Aksi Teror di Sri Lanka, Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya  
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Aksi serangan yang sangat kejam terhadap gereja dan hotel, di tengah perayaan Paskah di Sri Lanka pada Minggu (21/4/2019), telah menelan lebih dari 200 orang korban jiwa dan ratusan korban luka lainnya.

Peristiwa ini mendapat sorotan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di seluruh Indonesia. 

Atas kejadian tersebut Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet (Ratu Aji) menyatakan FKUB dari agama Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha dan Khonghucu menyatakan penyesalan dan kesedihan yang mendalam, serta mengecam dan mengutuk aksi teroris yang sangat kejam dan biadab tersebut.

Ratu Aji meminta kepada seluruh umat beragama di Indonesia untuk mendoakan dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar para korban yang meninggal diampuni dosa-dosanya, dan mendapat tempat yang sangat layak, ketenangan serta kebahagiaan abadi di Surga.

Baca: Playoffs Srikandi Cup Musim 2018-2019 Dimulai, Merpati Bali Tertantang Rebut Gelar Juara

Baca: Ular Piton Besar dan Panjang 5 Meter Berkeliaran di Atap Rumah Bikin Warga Ketakutan

“Kami mengimbau segenap umat manusia di seluruh dunia, khususnya saudaraku semua umat Kristiani dimanapun berada, khususnya  di seluruh Tanah Air tercinta agar senantiasa tenang, tetap tabah dan berani melawan teroris, senantiasa rukun bersatu dalam semangat kebersamaan,  dan persaudaraan yang penuh dengan cinta kasih antar sesama manusia,” kata Ratu Aji dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali, Senin (22/4/2019).

Para rohaniawan di depan gereja St Anthony di Kochchikade, Sri Lanka salah-satu gereja yang menjadi target serangan, Minggu (21/04/2019).
Para rohaniawan di depan gereja St Anthony di Kochchikade, Sri Lanka salah-satu gereja yang menjadi target serangan, Minggu (21/04/2019). (BBC.CO.UK)

Selanjutnya, semua umat beragama diharapkan untuk senantiasa waspada, selalu berhati-hati, serta tidak bisa terpancing oleh isu-isu yang provokatif, yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan rakyat dan sebagai bangsa Indonesia.

“Saya meminta agar pelaku teroris biadab tersebut dihukum dengan hukuman yang paling berat sesuai hukum yang berlaku di Sri Lanka,” tegas Ketua FKUB Provinsi Bali ini.

Baca: KONI Akan Gelar Bimtek Pelatih dan Pengurus Cabor Se-Denpasar

Baca: Puri Desa Gobleg Simpan 23 Keping Prasasti Era Kerajaan, Muat Tentang Batas-batas Wilayah Tamblingan

Ia pun mengajak semua umat beragama untuk mengamalkan agama masing-masing dengan sebaik-baiknya, dan sebagai warganegara Indonesia mengamalkan Pancasila dengan sebaik-baiknya serta menjunjung tinggi nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Mari kita bertekad bulat bahwa perbedaan itu adalah sesuatu yang sangat wajar, bahkan sesuatu yang sangat indah, oleh karenanya persatuan dan kesatuan kita, kebersamaan kita dan persaudaraan kita tidak akan pernah bisa digoyahkan oleh perbedaan Agama, perbedaan suku bangsa, perbedaan adat budaya maupun perbedaan pilihan politik,” ajaknya. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved