Indonesia Gandeng ICAO, Kembangkan Penerapan Navigasi Penerbangan Berbasis Kinerja

Peningkatan bisnis penerbangan nasional menyebabkan semakin banyaknya pesawat yang beroperasi di langit Indonesia setiap harinya.

Indonesia Gandeng ICAO, Kembangkan Penerapan Navigasi Penerbangan Berbasis Kinerja
dok Bidang Kerjasama Internasional, Humas dan Umum Ditjen Hubud.
Ditjen Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan RI dan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) mengadakan acara Performance Based Navigation- Implementation Coordination Group (PBN-ICG) Meeting pada Senin - Jumat (22 - 26 April 2019) di Bali. 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Peningkatan bisnis penerbangan nasional menyebabkan semakin banyaknya pesawat yang beroperasi di langit Indonesia setiap harinya.

Lalu lintas atau navigasi pesawat-pesawat tersebut harus diatur secara baik sehingga teratur dan keselamatan penerbangannya tetap terjaga.

Tahun 2006, metode Navigasi Berbasis Kinerja (Performance Based Navigation/ PBN) diperkenalkan di Indonesia dan tahun 2012 dioperasikan di Bandar Udara Soekarno Hatta untuk melakukan pengaturan lalu lintas penerbangan yang lebih baik.

PBN adalah metode navigasi pesawat yang dilengkapi dengan peralatan yang memenuhi persyaratan Required Navigation Performance (RNP).

RNP adalah pernyataan suatu performance accuracy dari navigasi pada airspace yang telah ditentukan berdasar pada kombinasi navigasi sensor error, airborne receiver error, display error dan flight technical error, contohnya keharusan sebuah pesawat untuk terbang akurat di jalurnya.

Sedangkan RNAV (Area Navigation) adalah metode navigasi yang mengijinkan pesawat terbang untuk terbang dalam dalam lintasan yang diinginkan, dalam cakupan kerja dari stasiun navigasi bumi (VOR,DME, ADF).

Tanpa RNAV, pesawat harus terbang dalam lintasan yang mengikuti posisi stasiun navigasi bumi. Peralatan tersebut dimonitor secara terus menerus terkait ketepatannya, integritasnya, ketersedian dan fungsinya.

PBN memberikan sejumlah manfaat operasional seperti meningkatkan keselamatan, efisiensi, mengurangi jejak karbon, dan mengurangi biaya operasional penerbangan.

Terkait dengan hal tersebut, untuk mengembangkan penerapan PBN di Indonesia, Ditjen Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan RI dan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) mengadakan acara Performance Based Navigation- Implementation Coordination Group (PBN-ICG) Meeting pada Senin - Jumat (22 - 26 April 2019) di Bali.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Direktorat Navigasi Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara, Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Kantor Otoritas Bandar Udara Wil IV Denpasar, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara, TNI Angkatan Udara, Airnav Indonesia, maskapai penerbangan serta tenaga ahli di bidang PBN dari ICAO.

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved