Terkait Bencana Gempa dan Tsunami, Made Indra Sebut Respons Cepat Masyarakat Harus Dibangun

Kerusakan akibat kejadian bencana di berbagai tempat tidak ditentukan oleh kekuatan bencana saja tetapi juga respons penanganan

Terkait Bencana Gempa dan Tsunami, Made Indra Sebut Respons Cepat Masyarakat Harus Dibangun
ITDC
Table Top Excercise (TTX) terkait penanganan Bencana Gempa dan Tsunami, Senin (22/4/2019) di Nusa Dua 

Laporan Wartawan Tribun Bali - Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami ini bisa saja terjadi kapan pun.

Kerusakan akibat kejadian bencana di berbagai tempat tidak ditentukan oleh kekuatan bencana saja tetapi juga respons penanganan.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra saat Table Top Excercise (TTX) terkait penanganan Bencana Gempa dan Tsunami, Senin (22/4/2019) di Nusa Dua.

Indra mengatakan, apabila respons penanganan bencana bisa cepat, maka ini akan meminimalisasi adanya korban.

Ia mengungkapkan, contoh bencana yang terjadi di Palu ini tidak boleh terjadi di Bali dalam hal penanganannya.

Baca: Pemerintah Blokir Semua Medsos, Fakta Teror Bom Gereja dan Hotel di Sri Lanka Terkuak

Baca: Ombak Pasang di Pantai Sanur, Penyeberangan Digeser ke Pantai Le Mayeur

Kekuatan gempanya boleh sama, akan tetapi respons masyarakat, respons penanganananya harus lebih cepat.

"Ini harus ditingkatkan respon masyarakatnya atau diminimalisir. Ya intinya yang harus dibangun bersama adalah kemampuan respon penanganan yang cepat," ungkapnya.

Tambahnya, yang harus ditingkatkan adalah bagaimana membangun kapasitas respons yang baik.

Selain itu, yang harus dipahami yaitu karakteristik kekuatan gempa maupun tsunami yang perlu dipelajari bersama.

Halaman
12
Penulis: Rino Gale
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved