Wawancara Ekslusif dengan Kalaksa BPBD Provinsi Bali Terkait Penanganan Pascaerupsi Gunung Agung

Wawancara eksklusif dengan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin terkait penanganan yang dilakukan BPBD Bali pasca erupsi

Wawancara Ekslusif dengan Kalaksa BPBD Provinsi Bali Terkait Penanganan Pascaerupsi Gunung Agung
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin saat ditemui di Kantornya, Senin (22/4/2019) 

TRIBUN-BALI.COM - Wawancara eksklusif dengan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin terkait penanganan yang dilakukan BPBD Bali pasca erupsi Gunung Agung pada Minggu (21/4/2019).

Apa yang terjadi dengan Gunung Agung pada Hari Minggu Pak?

Telah terjadi erupsi Gunung Agung pada Minggu (21/4/2019) sebanyak dua kali. Pertama pada saat subuh pukul 03.21 Wita dengan ketinggian abu vulkanik 2.000 meter.

Kemudian pada sore hari kembali terjadi erupsi pukul 18.56 Wita yang melontarkan abu vulkanik lebih tinggi dan lebih pekat, yaitu 3.000 meter di atas puncak Gunung Agung.

Bagaimana kondisi cuaca saat terjadinya erupsi?

Kondisi erupsi saat itu diperparah dengan cuaca yang tidak hujan.

Dari data BPBD, pada awal 2019 telah terjadi 5 sampai 6 kali erupsi, tetapi berbeda dengan yang kemarin.

Bedanya erupsi terdahulu dengan intensitas hujan lebat sehingga sebaran abu vulkanik tidak melebar, sedangkan yang kemarin cuaca betul-betul kering.

Baca: Pemprov Bali Dukung Produk Lokal dengan Dua Pergub

Baca: Status Gunung Agung Masih Siaga Pasca Erupsi Strombolian Minggu Kemarin

Kami mendapat laporan dari Pasebaya telah terjadi paparan abu vulkanik hampir di seluruh desa yang ada di Karangasem.

Kabarnya abu vulkanik menyebar hingga Badung dan Denpasar, apa benar Pak?

Halaman
1234
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved