Breaking News:

Wawancara Ekslusif dengan Kalaksa BPBD Provinsi Bali Terkait Penanganan Pascaerupsi Gunung Agung

Wawancara eksklusif dengan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin terkait penanganan yang dilakukan BPBD Bali pasca erupsi

Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin saat ditemui di Kantornya, Senin (22/4/2019) 

Pertimbangannya adalah dua kali erupsi, sebaran abu vulkanik sudah reda karena hitungan batas maksimal adalah 4 sampai 5 jam.

Dari koordinasi BMKG, sebaran abu vulkanik memasuki laut lepas sehingga kami meyakini penghitungan suara bisa  berjalan sesuai rencana yang ditetapkan oleh pihak KPU.

Bagaimana imbauan kepada masyarakat agar tidak terpapar abu vulkanik?

Sebenarnya dampak kalau menghirup debu secara ilmu kesehatan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) iya.

Kemudian terasa perih kalau terkena mata. Oleh karena itu diimbau kepada masyarakat ketika beraktivitas di luar rumah, antisipasi selalu ada. Minimal membawa satu masker di sakunya.

Baca: Warga Temukus Berhamburan Keluar Rumah, Gunung Agung Lontarkan Lava Pijar ke Segala Arah

Bagaimana dengan tenaga kesehatan dari BPBD jika terjadi keadaan darurat saat bencana?

Kami di BPBD memiliki tim ESR (Emergency Service Response) yang kaitannya dengan kegawatdaruratan dan pelayanan cepat.

Ketika BPBD mengalami kewalahan dengan empat armada dan tim medis yang lengkap, kami selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk membantu.

Masing-masing armada berisi peralatan medis lengkap, obat, operator dan tenaga medis (dokter). (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved