Patah Paha Kaki karena Kecelakaan, Ngurah Kade Ditandu Demi Ikuti UNBK & Bikin Trenyuh Kepsek SMPN 3

Seorang Siswa Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri 3 Negara, Si Kadek Ngurah Yoga Ariawan mengalami patah tulang paha akibat kecelakaan

Patah Paha Kaki karena Kecelakaan, Ngurah Kade Ditandu Demi Ikuti UNBK & Bikin Trenyuh Kepsek SMPN 3
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Ngurah Kade saat ditandu dan berada di ruang kelas, Selasa (23/4/2019). Ngurah Kade didampingi Kepala Sekolah SMP Negeri 3 yang juga mengecek kondisinya. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Seorang Siswa Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri 3 Negara, Si Kadek Ngurah Yoga Ariawan mengalami patah tulang paha akibat kecelakaan, sebulan yang lalu.

Akibatnya, ia pun harus menahan sakit yang teramat.

Namun, itu tak menyurutkan niatnya untuk mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari kedua ini.

Ia pun mesti ditandu oleh anggota BPBD Jembrana untuk mengikuti ujian Matematika, Selasa (23/4/2019) siang ini.

Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Negara, I Gusti Komang Arnawa, mengaku cukup terharu dan prihatin dengan semangatbanak didiknya tersebut.

Meski dalam kondisi patah kaki, tetap niat dan berhasil melewati ujian hari pertama, Senin (22/4/2019) kemarin.

Karena melihat kondisi yang cukup mengkhawatirkan, maka pihaknya meminta bantuan kepada BPBD Jembrana untuk segera mendapatkan bantuan penggotongan.

"Jalannya naik, kelasnya di atas sini. Jadi kami minta bantuan. Kami tidak mau ada apa-apa ke anak didik kami," ucapnya.

Menurut dia, pada hari pertama orangtua siswa mesti menyewa mobil dan membopong sendiri dibantu dengan satpam dan beberapa guru.

Tapi itu cukup mengkhawatirkan. Sehingga, dengan sigap BPBD Jembrana dilibatkan.

"Ya untuk dua hari kedepan dan hari ini untuk pulang semua dibantu BPBD," jelasnya.

Pantauan Tribun Bali, Ngurah Kade dibopong oleh sekitar enam perosnel BPBD Jembrana. Mereka menggunakan dua buah mobil BPBD.

Pertama untuk mengangkut Ngurah Kade, dan mobil satunya berisikan personel BPBD untuj bantuan pembopongan.

Ngurah Kade ditandu atau dibopong dengan tandu dari kayu. Diangkut delapan orang personel, dari halaman sekolah hingga naik ke atas kelas.

Ngurah Kade kemudian duduk di bangku paling belakang, di sisi kiri kelas. Ia akan mengikuti ujian sekolah dengan dipantau langsung ibunya, Gusti Ayu Komang Budiana.

Arnawa menyebut, bahwa bantuan khusus untuk siswa ini, hanya membantu menandu saja.

Untuk segala keperluan terkait ujian, Ngurah Kade mengatur sendiri dan diantar oleh orangtuanya.

Inisiatif ini diambil juga selain untuk keselamatan siswa, juga reputasi sekolah dalam memperhatikan siswanya bukan hanya soal pendidikan tapi sosial.

"Jumlah peserta ujian sekitar 402 siswa, dan Ngurah Kade duduk di kelas 9I. Hari ini ujian Matematika UNBK hari kedua di sesi ke tiga. Akan dilaksanakan dari jam 2 hingga jam 4 sore. Di bawah sebenarnya sudah ada ruangan tapi sudah diatur dari pusat. Jadi tidak bisa berubah," bebernya. (*) 

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved