Rewel hingga Orangtuanya Putus Asa, Bayi ini Meninggal Usai Dipeluk & Didoakan di Pesawat Air Asia

Rewel hingga Orangtuanya Putus Asa, Bayi ini Meninggal Usai Dipeluk & Didoakan di Pesawat Air Asia

Rewel hingga Orangtuanya Putus Asa, Bayi ini Meninggal Usai Dipeluk & Didoakan di Pesawat Air Asia
Tribun Bali / Zaenal Nur Arifin
Pesawat AirAsia yang hendak lepas landas di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Rabu (25/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM- Sempat rewel, bayi berusia dua bulan menghembuskan nafas terakhirnya usai dipeluk dan didoakan oleh salah seorang penumpang pesawat Air Asia.

Sebuah kisah menyedihkan terjadi dalam pesawat Air Asia D7236 dengan tujuan penerbangan dari Kuala Lumpur menuju ke Perth, Senin (22/4/2019).

Seorang bayi perempuan menghembuskan nafas terakhir di dalam pelukan perempuan yang bukan ibunya.

Baca: VIDEO: Ular Piton Raksasa Masuk Rumah Warga, Mirip Sanca Kembang yang Telan Akbar

Kisah ini diceritakan Nadia Parenzee, penumpang yang membantu menenangkan bayi tersebut melalui akun Facebook pribadinya.

Nadia Parenzee mengisahkan, si bayi berusia dua tahun itu terus menangis hingga membuat kedua orang tuanya gelisah lantaran bayinya tak kunjung tenang.

Mengetahui hal tersebut, Nadia berinisiatif untuk menolong pasangan orang tua baru tersebut.

Baca: Terungkap, Hiu Sangat Takut dengan Hewan Laut ini, Hiu yang Jadi Korban Tak Miliki Hati dan Vitamin

"Saya menawarkan bantuan kepada orangtua bayi itu dan pramugari karena saya bisa melihat bahwa orangtua baru itu merasa stres," tulis Nadia Parenzee yang berasal dari Perth, Australia.

"Ketika saya menutup mata untuk tidur, pramugari AirAsia menepuk pundak saya untuk membantunya,” tambah Nadia.

"Pasangan itu menawarkan bayinya kepada saya dengan rasa putus asa di mata mereka, saya menggendongnya dan segera membaca Surah Al-Fatiha,” lanjut dia.

Baca: Cari Referensi hingga Bali, Mpu Haris Akui Temui Roh Suci Gajah Mada, Gajah Mada Meminta ini

Usai membacakan surat Al-Fatihah, bayi yang diketahui bernama Farah itu seketika menghembuskan nafas terakhirnya dan menjadi lemas.

Halaman
1234
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved