Pemilu 2019

Ada Kasus Petugas Meninggal, dr Parwita Sarankan Anggota KPPS Jalani Tes Kesehatan Sebelum Direkrut

Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal yakni I Nyoman Astawa yang bertugas di TPS 33 Kelurahan Paguyangan

Ada Kasus Petugas Meninggal, dr Parwita Sarankan Anggota KPPS Jalani Tes Kesehatan Sebelum Direkrut
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Peti jenazah I Nyoman Astawa (tengah), petugas KPPS yang meninggal, dititipkan di Instalasi Jenazah RSUD Wangaya, Denpasar, Bali, Rabu (24/4/2019). 

Lebih lanjut, pihaknya menyebutkan, hanya mendapat instruksi untuk siaga di rumah sakit apabila mendapat rujukan selama Pemilu 2019.

"Yang seperti ini tidak bisa diduga. Jadi perlu ada standar syarat kriteria, khususnya dari segi umur, kesehatan dan lainnya untuk menjadi seorang petugas KPPS. Salah satu unsur kesehatan itu penting sekali. Karena durasi bertugas cukup lama," pungkasnya.

Sementara, jenazah I Nyoman Astawa tengah dititipkan di Instalasi Jenazah RSUD Wangaya hingga menunggu untuk diaben pada 28 April - 2 Mei 2019.

Sebelumnya, Koordinator UGD RSUD Wangaya, dr AA Bagus Dharmayuda membenarkan pasien bernama I Nyoman Astawa sempat dilarikan ke UGD RSUD Wangaya pada Sabtu (20/4/2019) malam.

Baca: Ahmad Dhani Dituntut Satu Tahun Enam Bulan Penjara, Begini Tanggapan Anak Sulungnya Al Ghazali

Baca: Penetapan Kadis Disdukcapil Denpasar Tunggu SK Kemendagri

"Sesuai dengan catatan rekam medis, pasien I Nyoman Astawa, laki-laki 54 tahun itu datang malam hari tanggal 20 April 2019. Sudah dalam kondisi tidak sadar, tidak bernafas, tidak ada nadi yang teraba. Jadi secara awam dikatakan pasien tiba dalam kondisi sudah meninggal," jelasnya saat ditemui Tribun Bali, Rabu (24/4/2019).

dr AA Bagus Dharmayuda mengatakan, karena belum ada tanda-tanda pasti kematian pihaknya sempat melakukan pertolongan hidup dasar.

Pihaknya sempat melakukan pompa kurang lebih 5 siklus selama 15 menit namun tidak ada perubahan.

Karena tidak ada respons sama sekali serta tidak ada denyut nadi yang teraba, maka pihaknya menghentikan pertolongan hidup dasar dan menyatakan I Nyoman Astawa meninggal Dead On Arrival (DOA) atau datang dalam keadaan meninggal.

"Jadi sebenarnya I Nyoman Astawa memang datang tidak dalam dirawat, memang datang dalam kondisi DOA," ungkapnya.

Pihak RUSD Wangaya tidak melakukan otopsi karena tidak ada permintaan dari pihak keluarga.

Halaman
123
Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved