Simpang Ring Banjar

Berkesenian Sejak Usia 13 Tahun, Kini Mahir Bermain hingga Bisa Membuat Rindik

Turunan dari kesenian jegog ialah kesenian rindik. Alat musik bambu ini cukup digemari anggota STT Catur Harapan Banjar Delod Pempatan, Jembrana

Berkesenian Sejak Usia 13 Tahun, Kini Mahir Bermain hingga Bisa Membuat Rindik
Dokumentasi kegiatan STT Catur Harapan
Kesenian musik bambu ini cukup digemari anggota STT Catur Harapan Banjar Delod Pempatan, Desa Mendoyo Dangin Tukad, Mendoyo, Jembrana. 

Selain berkesenian dengan memainkan alat, tak sedikit akhirnya anggota itu bisa membuat alat kesenian itu sendiri.

Di luar sekaa, anggota itu pun bekerja membuat rindik untuk tambahan uang saku.

"Ya kemarin sudah ada uang pembinaan melalui dana desa, untuk pambaruan alat rindik dibantu Rp 5 juta. Dan juga ada tambahan untuk undangan di Gianyar pentas bulan lalu," jelasnya.

Rindik, kata Agus Setya, bukan lagi hanya sebagai penyaluran seni dan kreativitas warga. Selain pelestarian, bagaimana kesenian itu juga bisa sebagai uang jajan teman-teman atau adik-adiknya yang masih SMP dan SMA.

"Untuk prestasi, beberapa tahun lalu mendapat peringkat ke lima untuk lomba STT tingkat provinsi. Ini sudah dnam tahunan untuk rindik berjalan dengan latihan hanya sehari sebelum pentas (malam hari)," ungkapnya.

Selain rindik, STT Catur Harapan juga memiliki alat gamelan bumbung untuk tari ibing-ibing. Meskipun, untuk penari biasanya akan diambilkan dari luar banjar.

Tidak ada anggota sekaa yang memang menjadi penari ibing. "Rindik dan gamelan keluar hanya waktu 17 Agustusan, kemudian acara seremonial untuk menyambut tamu undangan," ujarnya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved