Dorong Pasar Kendaraan Elektrifikasi, Toyota Pasarkan C-HR Hybrid Electrified Vehicle

PT TAM resmi meluncurkan Toyota C-HR Hybrid, sebagai kendaraan Toyota Sport Utility Vehicle elektrifikasi pertama yang dipasarkan nasional

Dorong Pasar Kendaraan Elektrifikasi, Toyota Pasarkan C-HR Hybrid Electrified Vehicle
PT Toyota Astra Motor
Jajaran pimpinan PT Toyota Astra Motor (TAM) pada peluncuran Toyota C-HR Hybrid di Jakarta. 

Kehadiran C-HR Hybrid diharapkan mendapat sambutan positif dari pelanggan.

Berdasarkan pengalaman memasarkan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia sejak 2009, dari tahun ke tahun terlihat bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan berteknologi hybrid ini terus meningkat.

Baca: Petugas KPPS Meninggal Sempat Dilarikan ke RS, Begini Kondisi Nyoman Astawa Saat Tiba di UGD Wangaya

Baca: Pacari Pengusaha Kaya Asal Semarang, Delon Thamrin Sebut Kekasihnya Bidadari Dari Langit

TAM pertama kali memasarkan kendaraan ramah lingkungan hybrid technology dengan mendatangkan Toyota Prius yang kemudian diikuti oleh Camry Hybrid, Alphard Hybrid dan terakhir hari ini C-HR Hybrid. 

Meskipun pangsa pasarnya masih relatif kecil dibandingkan kendaraan konvensional, pertumbuhan pasar kendaraan hybrid cukup signifikan.

Ini antara lain dari penjualan Camry Hybrid yang terus meningkat.

“Porsi penjualan Camry Hybrid dalam beberapa tahun belakangan ini terus meningkat, dari semula di tahun 2018 hanya sekitar 7 persen dari total penjualan menjadi 12 persen dari total penjualan sedan medium ini. Peningkatan ini menunjukkan minat konsumen terhadap mobil ramah lingkungan ini semakin berkembang,” kata Anton Jimmi Suwandy.

Program LCEV yang tengah disiapkan pemerintah diharapkan mampu mendorong pengembangan kendaraan ramah lingkungan atau kendaraan elektrifikasi di Indonesia, baik yang berbasis teknologi hybrid electric vehicle (HEV), plug-in electric vehicle (PHEV) battery electric vehicle (BEV) maupun fuel cell electric vehicle (FCEV).

Seperti diketahui, saat ini pemerintah tengah menggodok berbagai aturan untuk mengimplementasikan program LCEV.

Baca: Lion Air Catatkan Kinerja Ketepatan Waktu 85,97 Persen Pada Periode Januari-Maret 2019

Baca: Jengkol Terbukti Secara Sains Punya 2 Manfaat Menghadapi Sel Kanker

Di antaranya pemerintah akan memberlakukan pajak carbon (carbon tax) melalui mekanisme insentif dan dis-insentif tarif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPNBM) berdasarkan emisi CO2 kendaraan.

Semakin rendah emisi CO2, tarif PPNBM yang dikenakan juga semakin rendah.

Halaman
123
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved