Breaking News:

Hakim Belum Siap, Vonis Perkara Dugaan Korupsi Dana Kematian Pemkab Jembrana Ditunda

Sidang putusan perkara dugaan korupsi dana kematian Pemkab Jembrana tahun 2015 ditunda

Tribun Bali/I Putu Candra
Astawa dan Artawan usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Denpasar. Keduanya dituntut 4,5 tahun penjara terkait perkara dana kematian fiktif. 

Tuntutan pidana penjara dan hukuman denda yang sama juga dikenakan kepada terdakwa Artawan.

Hanya saja beban uang pengganti yang harus dibayarkan Artawan lebih besar, yakni Rp 70.400.000.

Baca: Penetapan Kadis Disdukcapil Denpasar Tunggu SK Kemendagri

Baca: Ricky Fajrin Sudah Gabung Latihan, Teco Sebut Kondisi Bek Kiri Bali United Ini Stabil

Apabila Artawan tidak membayar uang pengganti, maka harta bedanya dapat disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti.

Jika tidak mempunyai harta benda yang cukup, maka ia dipidana penjara selama satu tahun.

Diketahui dalam surat dakwaan dibeberkan, bergulirnya kasus korupsi santunan kematian fiktif pada Dinas Kesosnakertrans Jembrana tahun 2015, melibatkan terpidana empat tahun, Indah Suryaningsih (berkas terpisah).

Indah adalah pegawai seksi rehabilitasi kesejahteraan sosial pada Dinas Kesejahteraan Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Jembrana.

Dalam perkara ini juga melibatkan sejumlah kelian banjar di beberapa desa di Jembrana.

Saat kasus ini terjadi, terpidana Indah bertugas sebagai Verifikator Dinas Kesosnakertrans Kabupaten Jembrana.

Baca: Dua Bulan Beroperasi, Pemasukan Pasar Badung Impas, Biaya Operasional Rp 339 Juta per Bulan

Baca: Bali United Kehilangan Spaso dan Platje Jelang Lawan Persija, Lilipaly Siap Jadi Pemain Nomor 9

Total anggaran santunan kematian dalam DPPA SKPD Dinas Kesosnakertrans tahun 2015 sebesar Rp 3.762.357.500 atau Rp 1,5 juta per warga yang meninggal.

Dari santunan yang telah direalisasikan sebanyak 2.387 penerima senilai Rp 3,580 miliar, dan ada 301 berkas yang direkayasa dan diduplikasi untuk diajukan ulang.

Selain itu ditemukan 242 pemohon senilai Rp 363 juta santunan yang diajukan dengan dokumen fiktif, dan 59 pemohon senilai Rp 88,5 juta diajukan dengan dokumen duplikasi, yang diajukan oleh ketiga beberapa tersangka bersama sejumlah saksi lainnya.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved