Buleleng Siap Pasok Bawang, Diprediksi Terpenuhi Dua Bulan Kedepan

Para petani di wilayah Buleleng memilih untuk tidak menanam bawang sejak Januari hingga Maret, dikarenakan musim hujan

Buleleng Siap Pasok Bawang, Diprediksi Terpenuhi Dua Bulan Kedepan
Pixabay via Tribunnews
Ilustrasi bawang bakar. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA- Meningkatnya harga bawang merah di pasaran akhir-akhir ini disebabkan lantaran suplai bawang mulai menurun.

Para petani di wilayah Buleleng memilih untuk tidak menanam bawang sejak Januari hingga Maret, dikarenakan musim hujan.

Sehingga memasuki bulan April, produksi bawang merah mengalami penurunan.

Kepala Bidang Produksi Hortikultura Dinas Pertanian Buleleng, I Gede Subudi mengatakan, saat ini kebutuhan bawang merah kebanyakan disuplai dari petani di Bangli.

“Yang berproduksi bulan-bulan ini paling banyak dari Bangli, mereka juga menyuplai ke Jawa karena rata-rata petani bawang memang menghindari musim tanam di awal tahun. Bawang merah itu sangat rentan busuk bila terendam air hujan," jelasnya.

Meski demikian imbuh Subudi, di Buleleng saat ini para petani sudah mulai melakukan proses penanaman.

Luas lahannya mencapai sekitar 30 hektar, tersebar di Kecamatan Sawan dan Gerokgak.

Sehingga diprediksi pasokan bawang merah akan kembali terpenuhi mulai dua bulan kedepan.

Sehingga saat perayaan hari raya Idul Fitri, pasokan bawang merah aman terkendali.

Sementara menurut salah satu pedagang bawang merah di Pasar Anyar, Putu Widiada mengatakan, harga bawang merah per Kamis (25/4) sebesar Rp 42 ribu per kilogramnya.

"Biasanya hanya Rp 10 ribu per kilo. Harganya naik sejak seminggu yang lalu," singkatnya. (rtu)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved