Tipu Sudiasih Rp 300 Juta, Korban Balik Jebak Rp 3 Miliar, saat Lakukan Aksi Tim Resmob Tangkap Abu

Abu dan Agus diduga melakukan penipuan terhadap korban bernama Ni Ketut Sudiasih (53) yang beralamat di Denpasar.

Tipu Sudiasih Rp 300 Juta, Korban Balik Jebak Rp 3 Miliar, saat Lakukan Aksi Tim Resmob Tangkap Abu
Tribun Bali/Busrah Ardans
Tersangka Abu Hari dan Agus Jauhari diamankan Polda Bali 

"Berselang dua pekan, tersangka sebelumnya sudah lari ke Pekanbaru, Batam, korban berusaha menghubungi dengan maksud ingin menggandakan lagi uangnya Rp 3,5 miliar hasil penjualan properti. Padahal korban hanya menjebak tersangka," imbuh Kombes Andi.

Tenggang waktu saat memperdaya korban dan dipanggil lagi sekitar dua minggu.

Dengan merasa korban telah dibawah kendali tersangka, terang Fairan, tersangka kemudian menyanggupi untuk kembali datang.

"Tersangka mengatakan kepada korban untuk menyiapkan daun-daun termasuk daum jambu yang kemudian akan digesek-gesek menjadi uang. Setelah datang ke Bali, mereka kembali ketemu di rumah korban yang telah disiapkan dedaunan tersebut. Pas lagi gesek-gesek daun dan tidak berubah-ubah, datanglah Tim Resmob. Dengan begitu selesai lah perjalanan penipuan seorang Pak Haji," terang pria asal Sulsel ini.

Baca: Abu Hari Yakinkan Ni Ketut Sudiasih Mampu Ubah Daun Jambu Jadi Uang Miliaran Rupiah

Baca: Proyek Gong Rp 2,3 Miliar Nyaris Batal, Terpengaruh Krisis Keuangan Pemkab Badung

"Setelah kita kembangkan, ternyata dia sudah melakukan penipuan penggandaan uang ini kepada keempat korban sebelumnya, dan yang kelima dengan korban ini. Pertama di Trunyan Bali, itu dia memperdaya Rp 40 juta, di Buleleng Rp 9 juta, di Seririt Buleleng Rp 30 juta, dan Gilimanuk Jembrana Rp 21 juta. Akan kita cari korbannya di sana, tapi karena korban terakhirnya ini besar maka ini yang melapor. Untuk mencari 'mangsanya' di Bali dia melalui jasa Gusti Ngurah ini yang masih kita kejar.

"Total kerugian korban yang terakhir ini Rp 300 juta dengan 30 gram emas, memang besar. Saya yakin korbannya ini juga banyak, hanya saja kerugian tidak terlalu besar sehingga orang tidak melapor," ungkapnya.

Dirinya memungkinkan adanya hubungan dengan Dimas Kanjeng yang sebelumnya pernah diamankan.

"Tapi kita belum tahu pasti hanya saja motifnya hampir sama. Memang kerjanya tersangka ini seperti itu, saya yakin di Riau juga main, di Batam juga, tapi di masing-masing tempat itu dia punya peluncur (agen)," katanya.

Sementara itu uang Rp 300 juta yang diraup dari korban, tambah Fairan, mengalir ke Gusti Ngurah Rp 150 juta dan ke supirnya Agus Jauhari Rp 15 juta.

Tersangka diancam pasal 378 junto 55 dengan ancaman 4 tahun penjara. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved