756 Siswa SD Muhammadiyah 1 Denpasar Ikuti Simulasi Gempa Bumi

Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional tahun 2019, SD Muhammadiyah 1 Denpasar menggelar simulasi penanganan bencana

756 Siswa SD Muhammadiyah 1 Denpasar Ikuti Simulasi Gempa Bumi
Tribun Bali/M Ulul Azmy
Simulasi penanganan bencana gempa bumi di SD Muhammadiyah 1 Denpasar, Jumat (26/4/2019). Tak hanya diajari evakuasi mandiri, mereka juga diajarkan memberikan Pertolongan Pertama Kedaruratan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional tahun 2019, SD Muhammadiyah 1 Denpasar menggelar simulasi penanganan bencana, Jumat (26/4/2019).

Adapun sebanyak 756 siswa-siswi juga para guru dan warga sekolah ikut terlibat dalam simulasi bencana gempa bumi ini.

Begitu suara sirine meraung-meraung, para siswa tampak sudah terlatih untuk tidak panik.

Mereka mengamankan diri terlebih dulu di bawah meja, berlindung di tempat aman hingga kemudian keluar kelas sesuai jalur evakuasi yang ditentukan dan turun gedung secara bergantian.

Tak hanya itu, mereka juga diajarkan cara memberikan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) jika sewaktu-waktu terjadi insiden saat proses evakuasi.

Baca: Jadi Pembicara Ekspose Pembangunan Kemenkes, Rai Mantra Paparkan Beragam Inovasi Kesehatan

Baca: Video Perkelahian Siswi SMP Viral di Klungkung, TKP Tak Jauh dari Rumah Jabatan Bupati & Wabup

''Bagaimanapun bencana datang tidak bisa diprediksi. Maka evakuasi mandiri harus dikenalkan dan dilatih sejak dini agar mereka bisa menyelematkan diri sendiri,'' ungkap Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1, Sugito di sela simulasi.

Hal ini kata Sugito dirasa penting mengingat bencana gempa bumi kerap melanda Bali.

Terlebih, kondisi gedung sekolah di sini merupakan gedung bertingkat.

Tentu harus ada kewaspadaan dan kesiapsiagaan lebih tinggi jika bencana melanda.

''Kita sudah pasang tanda jalur evakuasi. Tinggal sekarang membiasakan para siswa dan guru untuk tidak panik jika sewaktu terjadi bencana, apalagi waktu turun tangga,'' kata pria Alumnus Undiksha Singaraja ini.

Baca: 19 Bocah di Garut Kecanduan Video Porno Hingga Lakukan Seks Menyimpang, Usia Masih 8-13 Tahun

Baca: Tiga Besar Lelang Eselon II Pemkot Denpasar Diumumkan, Penetapan Tunggu Rekomendasi KASN

Dalam simulasi kali ini, SD Muhammadiyah 1 bekerjasama dengan Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sebagai pemberi materi.

MDMC sendiri merupakan merupakan lembaga asuhan Muhammadiyah yang bergerak dalam bidang mobilisasi sumber daya dalam Tanggap Darurat Bencana, Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana dan Rehabilitasi Pasca Bencana.

Adapun materi simulasi kebencanaan yang diberikan mulai manajemen pelatihan risiko bencana hingga pelatihan pertolongan pertama kedaruratan.

Tak hanya simulasi gempa bumi, SD Muhammadiyah juga menggelar simulasi bencana kebakaran dimana anak dilatih untuk memadamkan api secara mandiri dengan alat-alat pemadam kebakaran. (*)

Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved