Denpasar Bangun 9 Posko PATBM, Cegah dan Atasi Kasus Kekerasan Anak

Dinas DP3AP2KB Kota Denpasar membangun 9 posko Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM)

Denpasar Bangun 9 Posko PATBM, Cegah dan Atasi Kasus Kekerasan Anak
Dinas DP3AP2KB Kota Denpasar
Pemkot Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Denpasar membangun 9 posko Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemkot Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Denpasar membangun 9 posko Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

PATBM ini dibentuk sebagai antisipasi dalam mengatasi tingkat kekerasan anak di Denpasar.

Saat ini, jumlah PATBM yang telah terbentuk di Kota Denpasar sudah sebanyak sembilan percontohan PATBM yang tersebar di empat kecamatan, seperti di Kelurahan Padangsambian.

Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Denpasar, I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti mengatakan pembentukan PATBM bertujuan memberikan perlindungan anak secara mandiri.

Hal ini dikarenakan selama ini kekerasan pada anak terjadi pada komunitas masyarakat itu sendiri.

Baca: Beberapa Bencana Kerap Berulang, BNPB Harap Semua Elemen Siap Hadapi Bencana

Baca: Ini Daftar Penerima Penghargaan dalam Peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia ke-19

''Dengan keterlibatan masyarakat melalui PATBM diharapkan kekerasan pada anak itu bisa diminimalisir oleh lingkungan terdekat,'' kata dia kepada awak media, Rabu (25/4/2019).

Lebih lanjut, PATBM merupakan gerakan atau jaringan kelompok warga pada tingkat masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi.

Organisasi ini merupakan ujung tombak pencegahan kekerasan pada masyarakat yang ada di desa atau kelurahan.

Di samping itu, kata dia, hal ini sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat agar terjadi perubahan sikap dan perilaku yang memberikan perlindungan pada anak.

Terkait model PATBM sendiri dapat dikembangkan melalui kegiatan terpadu dari promosi dan pencegahan guna membangun sinergi melalui jaringan horisontal.

Baca: Cara Menggunakan Whatsapp di Dua Handphone yang Berbeda

Baca: Musdalifah Resmi Menikah dengan Fadel Islami, Mas Kawin Inilah Yang Diberikan Saat Akad Nikah

Sinergi tersebut dapat dibangun dengan berbagai eleman yang ada tingkat desa dan kelurahan, mulai dari perangkat desa, kelurahan, PKK, posyandu, karang taruna, OPD, P2TP2A dan instansi lainnya.

Sebagai contoh, PATBM di Kelurahan Padangsambian dapat mengenali, menelaah dan mengambil inisiatif dalam memecahkan kasus dan permasalahan kekerasan terhadap anak.

Sementara, Kepala Bidang Perlindungan Hak Peremuan (PHP) dan Perlindungan Khusus Anak (PKA) P3AP2KB Kota Denpasar I Made Atmajaya mengatakan, pengukuhan PATBM di Kelurahan Padangsambian dapat meningkatkan upaya perlindungan anak.

"Keberadaan PATBM akan terus digalakkan sehingga semua desa dan kelurahan punya kelompok peduli untuk pencegahan kekerasan pada anak mulai dari tingkat desa dan kelurahan setempat," ujarnya. (*)

Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved