Diduga Tekait Aliran Dana, Kantor Mantan Pengacara Sudikerta Akan Disita Polda Bali

Kantor mantan pengacara Ketut Sudikerta, Togar Situmorang rencananya akan disita Ditreskrimsus Polda Bali dalam waktu dekat.

Diduga Tekait Aliran Dana, Kantor Mantan Pengacara Sudikerta Akan Disita Polda Bali
tribunnews.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kantor mantan pengacara Ketut Sudikerta, Togar Situmorang rencananya akan disita Ditreskrimsus Polda Bali dalam waktu dekat.

Hal itu diduga karena aset tersebut berkaitan erat dengan aliran dana dari PT Maspion.

Kabar terbaru ini dibenarkan oleh Dir Reskrimsus Polda Bali Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho saat dikonfirmasi, Jumat (26/4/2019), siang ini.

Yuliar menuturkan, Togar Situmorang mantan pengacara tersangka Sudikerta, diperiksa hari Jumat 26 april 2019 sejak pukul 09.30-12.30 WITA.

"Pemeriksaaan terkait dengan aliran dana, dan benar beberapa dana dari Maspion salah satunya mengalir digunakan untuk membeli kantor pengacara Togar Situmorang yang beralamat di Jalan By Pass Ngurah Rai Denpasar seharga Rp 5 Miliar.

"Termasuk juga Rp 300 juta untuk renovasi kantor. Terkait kantor tersebut akan dilakukan penyitaan aset," kata Yuliar, menjelaskan.

Yuliar menambahkan, pihaknya mengambil keterangan dan konfirmasi ke Togar Situmorang sebagai saksi terkait aliran dana yang sekiranya menuju ke Togar Situmorang.

"Nah itu yang kita tanyakan. Ini masih berlangsung pemeriksaan dan kita masih mengambil keterangannya lebih lanjut. Sampai saat ini masih pemeriksaan," tambahnya. 

Sementara itu Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja juga membenarkan pemeriksaan terhadap saksi Togar Situmorang.

"Betul, sedang diperiksa. Dalam rangka konfirmasi dan belum selesai pemeriksaannya sampai sekarang.Perkembangan selanjutnya akan menyusul," ujar dia.

Seperti diketahui, Togar Situmorang adalah sebelumnya juga menjadi pengacara Sudikerta dalam kasus penipuan jual beli tanah dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sebelumnya ia juga beberapa kali memberikan keterangan pers tentang kasus yang membelit mantan wakil gubernur Bali tersebut. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved