Prostitusi Artis

Keberadaan Rian Subroto Misterius, Kuasa Hukum Vanessa Angel Gelar Sayembara

Sayembara untuk menemukan Rian Subroto ini dilakukan tim kuasa hukum Vanessa Angel karena merasa geram hingga kini pria misterius itu belum

Keberadaan Rian Subroto Misterius, Kuasa Hukum Vanessa Angel Gelar Sayembara
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Tersangka kasus penyebaran foto dan video porno, Vanessa Angel hadir menemani dua muncikari, Endang Suhartini alias Siska dan Tentri Novanta dalam sidang lanjutan prostitusi online artis di Pengadilan Negeri Surabaya, Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (1/4/2019). Sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi tersebut digelar secara tertutup. Surya/Ahmad Zaimul Haq 

TRIBUN-BALI.COM - Rian Subroto kini menjadi sosok yang dicari-cari.

Abdul Malik, Kuasa hukum Vanessa Angel menggelar sayembara untuk menemukan sosok Rian Subroto, pria yang disebut-sebut sebagai pengguna jasa prostitusi Vanessa Angel. 

Abdul Malik bahkan menjanjikan hadiah perjalanan umroh bagi yang menemukan pria yang disebut sebagai pengusaha tambang tersebut.

Sayembara untuk menemukan Rian Subroto ini dilakukan tim kuasa hukum Vanessa Angel karena merasa geram hingga kini pria misterius itu belum juga ditangkap. 

 
Selain itu, dia juga masih menunggu perkembangan pencarian yang dilakukan oleh Polisi dan Kejaksaan. 

"Benar kami membuat sayembara bagi siapa saja yang bisa memberitahukan keberadaan Rian secara pasti, maka akan kami berikan hadiah umroh," terangnya, Kamis, (25/4/2019).

Untuk itu, lanjut Malik, dia pun mendorong kepolisian, agar mempublikasikan foto Rian di media massa, agar semua masyarakat tahu, bagaimana sosok Rian ini.

"Polisi harus serius mencari Rian, karena ini menyangkut nasib 5 orang yang sudah menjadi terdakwa. Kalau tidak juga ketemu, maka pasti ada permainan. Makanya kita buat sayembara ini, Rian ini harus ketemu," tambahnya.

Masih kata Malik, bila tidak ditemukan maka proses pidana 5 orang terdakwa ini harusnya tidak dapat diteruskan. Sebab, unsur pidana dalam kasus ini dianggap tidak sempurna.

"Kalau unsur pidananya tidak sempurna, maka para terdakwa harus dibebaskan," tegasnya.

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved