Pernikahan Sederhana & Unik Pasangan Sedulur Sikep di Pati, Tak Ada Dekorasi Namun Penuh Makna Ini

banyak hal yang bisa kita pelajari dari komunitas Sedulur Sikep yang dikenal memiliki sikap toleransi yang tinggi dan cara hidup sederhana.

Pernikahan Sederhana & Unik Pasangan Sedulur Sikep di Pati, Tak Ada Dekorasi Namun Penuh Makna Ini
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Proses pasuwitan atau pernikahan adat Sedulur Sikep. 

TRIBUN-BALI.COM, KUDUS – Bagi sebagian orang, barangkali cukup awam mendengar komunitas Sedulur Sikep atau komunitas Samin yang hidupnya tersebar di wilayah eks karisidenan Pati, seperti Blora, Pati, Purwodadi dan Kudus Jawa Tengah. 

Namun, banyak hal yang bisa kita pelajari dari komunitas Sedulur Sikep yang dikenal memiliki sikap toleransi yang tinggi dan cara hidup sederhana.

Bahkan ketika komunitas ini menggelar ritual pernikahan

Dikutip Tribun Bali dari laman Tribunnews, kidung dandanggula terlantun dari seorang pria paruh baya menandai bahwa prosesi adat pasuwitan atau pernikahan bagi Sedulur Sikep telah terlaksana.

Kedua mempelai tak bisa menyembunyikan kegembiraannya di bawah gemerlap bintang serta malunya sang rembulan.

Malam itu, Kamis (25/4/2019), di kediaman mempelai putri di Dukuh Kaliyoso, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kudus telah terucap janji suci dari seorang pria bernama Kristiyanto asal Karangturi, Kecamatan Sukolilo, Pati.

Dia berjanji senantiasa membimbing dan setia pada sang pujaan hati yaitu Ani Agustina, putri dari pasangan Sukarjo dan Purwati.

Janji itu tidak sekadar janji, kedua mempelai sepakat membangun biduk rumah tangga hanya ajal yang bisa memisahkannya.

Dalam proses adat kali ini tidak ada dekorasi yang menghiasi rumah pemilik hajat layaknya pernikahan pada umumnya.

Namun, sejumlah warga sekitar turut hadir menyaksikan proses adat yang sangat sakral.

Halaman
1234
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved