Prihatin Situs Kuno Terus Dibongkar, Yayasan BPJ Gugah Kesadaran Lewat Pameran Situs & Ritus

Setiap minggunya diperkirakan situs-situs kuno sebagai bukti otentik peradaban Bali Tua menghilang tanpa diketahui rimbanya

Prihatin Situs Kuno Terus Dibongkar, Yayasan BPJ Gugah Kesadaran Lewat Pameran Situs & Ritus
Tribun Bali/M Ulul Azmy
Pengunjung saat melihat prasasti Bali Kuno yang dipamerkan di Pameran Situs dan Ritus Peradaban Bali Tua di Denpasar Art Space, Rabu (25/4/2019). Pameran akan berlangsung hingga 9 Mei 2019 mendatang. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setiap minggunya diperkirakan situs-situs kuno sebagai bukti otentik peradaban Bali Tua menghilang tanpa diketahui rimbanya.

Umumnya, keberadaan situs kuno ini hilang karena dibongkar dan diganti dengan situs yang baru.

Hal ini terungkap saat Pameran Situs dan Ritus Peradaban Bali Tua yang digelar oleh Yayasan Bakti Pertiwi Jati (BPJ), Rabu (25/4/2019) kemarin, di Denpasar Art Space.

Pameran akan berlangsung hingga 9 Mei 2019 mendatang.

Ketua Yayasan BPJ, Made Bakti Wiyasa mengatakan, pameran ini digelar sebagai respons atas pembongkaran situs kuno yang semakin marak.

Meski begitu, pihaknya tidak bisa memperkirakan sudah berapa situs kuno yang hilang hingga saat ini.

Pastinya, kata dia, dalam observasi rutin di setiap pekan, pihaknya selalu menjumpai situs-situs kuno dibongkar dan diganti dengan situs baru.

Dari tiga wilayah Bali Tua yakni Peradaban Batukaru (Bali Barat), Peradaban Gunung Agung (Bali Timur) dan Peradaban Batur (Bali Tengah), wilayah Denpasar menjadi wilayah paling marak dimana situs-situs kuno dibongkar.

Baca: Bali United vs Persija Jakarta Sore Ini Jam 16.30 Wita, Persija Tidak Fokus ke Lilipaly

Baca: Alokasi Anggaran Pemda untuk JKN-KBS Capai Rp 450 Miliar

''Secara wilayah batas rohani, Denpasar hingga Badung masuk wilayah Batur dan justru di sinilah pembongkaran situs kuno paling marak terjadi,'' kata dia prihatin.

Sebagai informasi, Yayasan BPJ merupakan sebuah yayasan yang konsen dalam pendampingan pelestarian situs cagar budaya dan mempunyai misi penyelamatan situs kuno.

Halaman
123
Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved