Purnawirawan Minta Bantuan Pengobatan Gratis untuk Lansia, Putri Koster Siap ‘Turunkan’ Dinkes

Perip Bali menggelar syukuran HUT ke-55 sekaligus pelantikan pengurus baru masa bakti 2019-2024 di Rumah Jabatan Gubernur Bali

Purnawirawan Minta Bantuan Pengobatan Gratis untuk Lansia, Putri Koster Siap ‘Turunkan’ Dinkes
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Pelantikan - Suasana acara syukuran HUT ke-55 sekaligus pelantikan pengurus baru Persatuan Istri Purnawirawan TNI/Polri (Perip) Provinsi Bali masa bakti 2019-2024 di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jumat (26/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Persatuan Istri Purnawirawan TNI/Polri (Perip) Bali yang anggotanya merupakan istri pensiunan TNI angkatan darat, laut dan udara, serta kepolisian menggelar syukuran HUT ke-55 sekaligus pelantikan pengurus baru masa bakti 2019-2024 di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jumat (26/4/2019).

Acara tersebut juga dihadiri Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) Provinsi Bali, Kombes Pol (Purn) I Wayan Nuada serta Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster.

Ketua Pepabri Bali dalam sambutannya mengatakan, anggota Pepabri maupun Perip sudah pasti merupakan lansia yang berusia 60 tahun ke atas.

Nuada meminta agar program-program kegiatan Perip diarahkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para lansia.

Untuk itu, ia memohon kepada Putri Koster selaku istri gubernur agar membantu anggotanya dalam layanan kesehatan.

“Melalui kesempatan ini saya mohon kepada Ibu Gubernur supaya dibantu lansia-lansia Pepabri dan Perip ini diberikan pengobatan gratis. Agar para lansia ini tidak membeli obat mahal-mahal,” kata Nuada.

Baca: Perkenalkan Tarif Parkir Baru, Bandara Ngurah Rai Sesuaikan Tarif Layanan Parkir Kendaraan Roda 4

Baca: Aprindo Bali Akui Penjualan Eceran Kontraksi, BI Catat Kegiatan Usaha Triwulan I-2019 Masih Positif

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Koster mengisyaratkan pihaknya siap membantu memberikan layanan pengobatan gratis kepada lansia purnawirawan melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

“Terkait pengobatan lansia gratis, PKK bisa meminta ke Dinas Kesehatan, kemudian kontak pengurus Perip dan Pepabri, terus kita akan ‘turunkan’ untuk memberikan layanan pengobatan,” kata dia.

Dengan posisinya sebagai istri gubernur Bali, dirinya menyatakan siap mengayomi bersama-sama pemerintah provinsi dan bergandengan tangan dengan seluruh organisasi yang ada di Bali.

“Kalau saya sebagai Ketua TP PKK Ruang Lingkup tanggungjawabnya terbatas hanya pada anggota PKK saja. Sedangkan kalau sebagai istri gubernur semua bisa diayomi agar bisa saling bersinergi dalam membangun Bali,” terangnya.

Disamping itu, semua organisasi wanita memiliki program masing-masing yang tentunya pasti memiliki hubungan dengan 10 program pokok PKK.

“Itu kita bisa saling membantu agar nanti semuanya bisa menyatu seperti dalam pertemuan ini,” ujarnya saat ditemui usai acara.

Baca: Remaja Tewas Setelah Digigit Semut, Awal Tubuh Terasa Gatal dan Panas, Ini Cara Pencegahannya

Baca: Badung Terapkan PPDB Online 2019/2020, SMP Swasta Dijatah Hibah Seragam Gratis Rp 16 Miliar

Sementara itu, Ketua Perip Bali Titin Alit Putra menyatakan merasa bangga karena telah mampu mendampingi suami hingga purna tugas atau pensiun.

Lebih lanjut dikatakannya, banyak istri tentara yang mendampingi suami tidak sampai pensiun dikarenakan gugur saat bertugas atau terlibat perang.

Ia menceritakan pernah ditinggal pergi perang oleh suaminya selama satu tahun ke Timor Timur.

“Saya pernah satu tahun tinggal di Timor Timur. Suami saya pergi perang ke pelosok-pelosok selalu berharap, 'doakan selalu selamat ya, Ma. Mama kalau ada apa-apa, di lemari ada senjata silakan digunakan,” kata Titin mengisahkan.

Namun berbeda dengan saat ini, istri-istri para tentara yang masih aktif tidak lagi pernah ditinggal suami untuk berperang karena kondisi negara cenderung sudah lebih aman.

“Tapi ibu-ibu yang sudah sepuh di sini pasti pernah ditinggal perang, seperti tugas operasi di Aceh, Timor Timur, Irian Jaya, Sulawesi dan tempat-tempat lain yang memerlukan pengawasan aparat keamanan negara,” ucapnya. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved