Upacara Adat Ngerebong Asal Bali Tercatat Sebagai Kekayaan Intelektual Komunal

Upacara Adat Ngerebong asal Bali resmi tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK)

Upacara Adat Ngerebong Asal Bali Tercatat Sebagai Kekayaan Intelektual Komunal
Humas DJKI Kemenkumham RI
Gubernur Koster menerima surat pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) yang diberikan langsung oleh Menteri Hukum dan HAM, Jumat (26/04/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Meika Pestaria Tumanggor

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Upacara Adat Ngerebong asal Bali resmi tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK).

Surat Pencatatan KIK diterima langsung oleh Gubernur Bali I Wayan Koster, pada peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia ke-19, Jumat (26/4/2019).

Selain upacara adat ngerebong, permainan sapi sonok juga resmi menjadi kekayaan intelektual masyarakat Jawa Timur.

Kekayaan Intelektual Komunal merupakan kekayaan intelektual yang dimiliki sepenuhnya oleh suatu kelompok masyarakat yang hidup di suatu tempat secara tetap.

Baca: Marak Kasus Bullying Pada Anak, Ini Pandangan Psikologi

Baca: Ussy Sulistyowati Ungkap Penderitaannya Menjadi Istri Andhika Pratama Kenapa Aku Bertahan Ya

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham Freddy Harris mengatakan, pada tahun 2019 Provinsi Bali dan Jawa Timur mengusulkan KIK terbanyak.

Freddy juga mengapresiasi Gubernur Bali yang jeli melihat potensi kekayaan intelektual yang besar di Bali.

Sehingga Bali sebagai salah satu destinasi harus bisa melindungi.

Freddy berharap dengan adanya surat pencatatan KIK ini, pemerintah semakin sadar untuk melindungi kekayaan intelektual yang dimiliki.

"Pemerintah daerah semakin aware, bahwa dengan perlindungan KI, nanti perdagangan, investasi semakin baik," kata Freddy.

Baca: Kecemasan Berlebihan Sangat Berpengaruh pada Aktivitas Sehari-hari, Ini Tanda-tanda & Solusinya

Baca: Ditjen Hubud Kemenhub RI Siap Hadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0

Gubernur Bali Wayan Koster turut mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang telah diberikan.

Koster mengatakan, ia akan terus mendorong industri lokal di Bali untuk mendapatkan perlindungan hak kekayaan intelektual.

Saat ini pemerintah juga tengah menyusun rancangan peraturan gubernur guna memberikan perlindungan terhadap kekayaan intelektual yang ada di Bali.

"Kami sedang menyusun rancangan peraturan gubernur, dalam rangka memberikan perlindungan terhadap semua jenis kekayaan intelektual, baik komunal maupun jenis yang lainnya, sebagai karya dari masyarakat yang ada di Bali. Kami sangat bangga dengan acara ini, memberikan motivasi yang kuat kepada kami untuk terus mendorong agar karya masyarakat Bali berkembang dan memberikan kontribusi untuk peningkatan kesejahteraan," kata Koster.(*)

Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved