Asal Kekayaan Hayati Indonesia Berasal dari Kotoran Kelelawar Purba?

Berdasarkan analisis isotop kotoran kelelawar tersebut, bentang alam sekitar Gua Saleh sebelumnya didominasi oleh rerumputan

Asal Kekayaan Hayati Indonesia Berasal dari Kotoran Kelelawar Purba?
Norbert Nagel, Mörfelden-Walldorf, Germany
Ilustrasi kotoran kelelawar di gua. Asal Kekayaan Hayati Indonesia Berasal dari Kotoran Kelelawar Purba? 

TRIBUN-BALI.COM - Sains merupakan upaya kita untuk memahami mekanisme cara kerja alam semesta.

Untuk itu, seorang ilmuwan perlu mengeksplorasi berbagai objek untuk dapat menemukan jawaban di balik misteri semesta.

Objek tersebut dapat berupa sesuatu yang tidak terduga sebelumnya, termasuk tumpukan kotoran kelelawar purba setebal 3 meter.

Peneliti dari James Cook University, Australia, memilih kotoran kelelawar untuk pencarian akan pertanyaan yang selama ini menjadi misteri: mengapa kepulauan Indonesia, terutama Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Jawa, memiliki biodiversitas tinggi, padahal mereka terpisah relatif baru belakangan?

Salah satu teori yang menjadi penjelasan adalah savanna corridor theory yang mengatakan bahwa Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Jawa yang semula tergabung sebagai satu kesatuan Sundaland terpisah oleh koridor savana.

Baca: Dikabarkan Stasiun TV Ini Akan Live Siarkan Resepsi Pernikahan Syahrini & Reino Barack

Baca: Raup Untung Sambil Traveling Luar Negeri Lewat Jastip

“Hal ini dapat menjelasakan mengapa Sumatera dan Kalimantan memiliki spesies orangutannya masing-masing, meski mereka terhubung oleh daratan selama jutaan tahun," ujar Dr. Chris Wuster, peneliti geokimia James Cook University yang mengepalai penelitian ini.

“Keberadaan koridor membelah keduanya menjadi dua hutan hujan yang terisolasi, sebagaimana lautan saat ini," tambahnya.

Teori ini mendapat dukungan kuat melalui temuan jutaan kelelawar pemakan serangga, yang mengumpulkan dan meninggalkan bukti selama ribuan tahun berupa kotoran yang mengendap membentuk lapisan-lapisan dalam gua.

“Kotoran kelelawar sangat informatif, terutama di kawasan tropis, dimana iklim dapat mengganggu proses investigasi tradisional," jelas Wuster.

Tumpukan kotoran kelelawar setebal tiga meter yang ditemukan di Gua Saleh, Kalimantan, menyediakan catatan berusia 40.000 tahun yang didominasi oleh cangkang dan kulit serangga.

Baca: Raup Untung Sambil Traveling Luar Negeri Lewat Jastip

Baca: Penjelasan Ahli Soal Foto Misterius Ini: Tampak Tidak Asing tapi Susah Dikenali

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved