Mantan Pengacara Sudikerta Diperiksa Terkait Dugaan Aliran Dana Maspion : Waduh No Comment

Ditreskrimsus Polda Bali memeriksa mantan pengacara I Ketut Sudikerta, Togar Situmorang, Jumat (26/4/2019) kemarin.

Mantan Pengacara Sudikerta Diperiksa Terkait Dugaan Aliran Dana Maspion : Waduh No Comment
Tribun Bali/Putu Candra
Togar Situmorang saat memberikan penjelasan kepada awak media terkait penetapan I Ketut Sudikerta sebagai tersangka oleh Krimsus Polda Bali, Sabtu (1/12/2018), di Warung Kedaton, Jalan Merdeka, Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ditreskrimsus Polda Bali memeriksa mantan pengacara I Ketut Sudikerta, Togar Situmorang, Jumat (26/4/2019) kemarin.

Togar diperiksa dari pukul 09.30-12.30 Wita terkait aliran dana hasil dugaan kasus penipuan, pengelapan, dan pencucian uang jual beli tanah yang menyeret mantan Wakil Gubernur Bali.

"Pemeriksaaan terkait dengan aliran dana dari penjualan tanah kepada PT Grup Maspion. Dan, benar sejumlah dana dari Maspion salah satunya mengalir digunakan untuk membeli kantor pengacara Togar Situmorang yang beralamat di Jalan Bypass Ngurah Rai Denpasar seharga Rp 5 miliar. Termasuk juga Rp 300 juta untuk renovasi kantor," kata Dir Reskrimsus Polda Bali, Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho saat ditemui di kantornya, Jumat (26/4/2019) sore.

Menurut Yuliar, Togar yang diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi.

Penyidik mengambil keterangan dan konfirmasi kepada Togar terkait aliran dana yang sekiranya menuju ke pengacara dan juga calon legislatif (caleg) DPRD Bali Partai Golkar tersebut.

"Jadi kita sudah meneliti beberapa hal, aliran-aliran dananya ke mana, juga beberapa aset yang sudah kita sita, dan kebetulan ada yang menyatakan itu (aset) diperuntukkan untuk kantor, kantornya Pak Togar,” kata Yuliar.

Sebagai tindak lanjut, Ditreskrimsus Polda Bali rencananya akan menyita kantor pengacara Togar di Jalan Bypass Ngurah Rai, Denpasar karena diduga dibeli dari aliran dana Maspion sebesar Rp 5 miliar.

"Insya Allah minggu depan kita ke sana dan sita," tegasnya.

Dalam pemeriksaan kemarin, Togar mengaku tidak tahu menahu perihal kantor tersebut merupakan hasil pembelian dari aliran dana PT Maspion.

"Tapi dalam konteks penyidikan, aliran-aliran dana itu akan kita trashing aset untuk recovery semua. Kantor (aset) itu, informasi dari penyidik, masih atas nama Pak Sudikerta. Cuma ditempati sebagai kantor oleh mantan pengacaranya, Togar Situmorang. Dan dananya ada dari Maspion," jelas Yuliar lagi.

Halaman
12
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved