Peringati Hari Buruh, Aliansi Buruh Bali Akan Minta Gubernur Buat Perda Perlindungan Pekerja Lokal

Pada Sabtu (27/4/2019) Aliansi Gerakan Buruh Bali Bersatu menggelar aksi bersih pantai di Pantai Mercure Mertasari, Sanur, Denpasar.

Peringati Hari Buruh, Aliansi Buruh Bali Akan Minta Gubernur Buat Perda Perlindungan Pekerja Lokal
Tribun Bali/Putu Supartika
Bersih-bersih pantai yang dilakukan oleh Aliansi Gerakan Buruh Bali Bersatu di Pantai Mercure Mertasari, Sanur. 

"Tanggal 1 Mei adalah kebangkitan pekerja di seluruh dunia, ajang kampanye kepada masyarakat dan kami akan sampaikan tuntutan pada pemerintah Bali dan kami berharap ke depan agar pekerja Bali sejahtera, punya harkat martabat," katanya.

Saat itu mereka akan menggelar long march dari Parkir Timur Lapangan Renon menuju ke depan Kantor Gubernur Bali.

Di depan Kantor Gubernur mereka akan berorasi menyampaikan keluhan dan harapan buruh ke depannya.

Mereka akan meminta agar Gubernur Bali dapat membuat Peraturan Daerah (Perda) terkait perlindungan pekerja lokal Bali.

Baca: Menteri Agama Lukman Hakim Akan Diperiksa KPK, Singgung Aliran Uang Suap

Baca: TRIBUN WIKI : Sejarah Pangkalan Udara (Lanud) I Gusti Ngurah Rai

Dengan adanya perda tersebut ia berharap Bali bisa bebas dari sistem kerja kontrak atau outsourcing.

Selain itu saat ini di Bali juga masih terjadi masif terjadi union busting atau menghalangi kebebasan berserikat dan berkumpul.

"Kami ingin dalam Peraturan Daerah itu juga memasukkan setiap perusahaan wajib memiliki serikat pekerja di Bali. Dengan serikat pekerja ini pekerja bisa memiliki hak negosiasi dengan perusahaan di mana hak negosiasi ini untuk memperjuangkan kesejahteraan mereka," katanya.

Ia menambahkan, "Walaupun tanggal merah saat itu, namun pesan ini akan sampai pada masyarakat baik langsung maupun lewat media massa."

Baca: Majikan Dibunuh 3 Karyawan Saat Tertidur, Ada yang Mencekik dan Menusukkan Pisau ke Tubuh Korban

Diperkirakan 500 orang akan turun saat perayaan Hari Buruh Internasional ini.

Selain orasi, juga akan ditampilkan baleganjur, teatrikal dari mahasiswa, dan hiburan lawak Bali.

"Yang di Nusa Dua berkumpul di Nusa Dua, nanti bersama menuju parkir timur Lapangan Renon. Kami memang tidak mengharuskan semua anggota turun, hanya perwakilan, karena di Bali banyak pekerja pariwisata yang mengutamakan pelayanan. Intinya bagi tugas, ada yang kerja, ada yang turun ke jalan untuk peringatan ini," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved