Anak Muda Kunjungi Pameran Situs dan Ritus Bali, Dapat Pemaparan Langsung tentang Arsitektur Bali 

Sejak dibuka, Kamis (25/4/2019) lalu, pameran Situs dan Ritus Peradaban Bali Tua, Bakti Pertiwi Jati (BPJ) memantik minat kalangan siswa

Anak Muda Kunjungi Pameran Situs dan Ritus Bali, Dapat Pemaparan Langsung tentang Arsitektur Bali 
Tribun Bali/Putu Supartika
Kunjungan ke pameran situs dan ritus Bali 

Kadek Wahyudita salah seorang tim BPJ menyatakan, kelas budaya ini cukup menarik, membuka ruang untuk berinteraksi langsung, dengan topik penting membahas situs.

"Selama ini belum banyak yang sadar, ketika banyak terjadi pembongkaran situs tanpa memperhatikan konten, baik simbol, makna dan sebagainya, hanya dihantam dengan bahan - bahan baru, sehingga kita kehilangan jejak," kata Wahyu.

Hadirnya mahasiswa dalam diskusi ini, saya sangat mengapresiasi sekali, karena jelas para generasi muda Bali lah yang akan memperhatikan keberadaan situs di masa depan.

Sementara itu pameran yang berlangsung 25 April - 9 Mei 2019, menurut Ketua BPJ, I Made Bakti Wiyasa, pameran ini bersinergi dengan Pemerintah Kota Denpasar khususnya Dinas Pariwisata Kota Denpasar.

Pelaksanaan pameran ini didukung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Bupati Badung, Bupati dan Wakil Bupati Tabanan, serta Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Setelah melakukan pendataan di lapangan sejak beberapa bulan lalu dan audiensi dengan berbagai pihak, akhirnya pameran ini kami gelar," ucapnya.

Bakti melanjutkan, BPJ sendiri telah terjun secara acak di situs-situs kuno yang ada di wilayah Tabanan, Badung, Buleleng, Denpasar, dan Klungkung.

Baca: Kerjasama Tim adalah Kunci, Stefano Lilipaly Yakin Bali United Lolos ke Semifinal Piala Indonesia

Baca: Utamakan Anjing Liar & Lokal, Jumlah Anjing yang Divaksinasi di Denpasar Capai 58.954

Beberapa situs yang telah dilakukan kajian sebagai materi pameran di antaranya, situs Pura Desa Peguyangan dan Pura Puseh Peguyangan, Pura Dalem Pemanis Penatih, Pura Dalem Tambawu, Dalem Tungkub Khayangan Sakti Kesiman, Pura Pengerebongan, Merajan Agung Puri Kesiman, Pura Dalem Penataran Tangeb, Pura Kentel Gumi Kapal, Merajan Agung Puri Nyalian Klungkung, Pura Dalem Segara Madu Buleleng, Pura Pengungangan Pemanis, Pura Batur Pemanis.

Secara keseluruhan, semua item karya dalam pameran “Situs dan Ritus Peradaban Bali Tua” merepresentasikan rekaman peradaban tua secara detail sebagai varian-varian keindahan simbolik berupa foto, film dokumenter, drawing, lukisan yang mewujudkan masing-masing dari tatanan peradaban Tri Maha Lingga Bali (Mahaagung, Mahaawidya, Maharata).

Adapun secara rinci jumlah karya yang dipamerkan terdiri atas sebuah film dokumenter ritus serta 113 foto situs dan ritus yang fotonya diambil sendiri oleh para fotografer BPJ.

Kemudian ada 7 lukisan dan 4 karya drawing oleh Bakti Wiyasa.

Selain itu, ada 8 karya dari fotografer lainnya yakni Bayu Pramana (3 foto), Rudi Waisnawa (3 foto), dan Naya Suanta (2 foto).(*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved